Di Kota Tasikmalaya, RDT dan Swab Akan Terus Dilakukan Pada Fase New Normal

Sabtu, 13 Juni 2020 10:12 Dede Hadiyana Daerah

Di Kota Tasikmalaya, RDT dan Swab Akan Terus Dilakukan Pada Fase New Normal


Koropak.co.id - Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Dr. Uus Supangat mengatakan, saat ini Kota Tasikmalaya menuju fase New Normal atau kenormalan baru.

Dalam fase ini, terdapat beberapa persyaratan untuk menuju fase New Normal ideal, yakni adanya keyakinan bahwa wabah Covid-19 ini sudah bisa dikendalikan. Selanjutnya memperkuat tracing, tes cepat (RDT) atau swab/PCR, pengobatan dan aksesnya, untuk mengantisipasi jika terjadi kasus baru.

Hingga saat ini terang dia, pihaknya akan terus melakukan tracing sebagai cara masuk ke fase New Normal yang benar-benar normal. "Kita akan terus mengambil sampel di beberapa tempat yang memang memiliki potensi penyebaran Covid-19 di Kota Tasikmalaya dan semoga tidak terjadi kasus baru," Katanya, Jumat (12/6/2020).

Dikatakan Uus, ada beberapa acuan untuk menghitung persentase sampling dengan uji RDT yang dibutuhkan di setiap daerah sebanyak 0,6 persen dari jumlah penduduk. Namun ada juga yang 10 persen, hingga harus melakukan tes swab.

"Sejak awal hingga akhir, kita sudah mencapai angka di atas 4.000 untuk RDT. Tetapi tidak hanya sampai disitu, kita ingin terus mencari angka yang ideal. Makanya, kita terus melakukan Rapid Test (RDT). Selain itu, tes swab juga menjadi sangat penting untuk saat ini," ucapnya.

 

Koropak.co.id - Di Kota Tasikmalaya, RDT dan Swab Akan Terus Dilakukan Pada Fase New Normal

 

Baca : Meski New Normal, Tugas Lawan Covid-19 di Kota Tasikmalaya Belum Berakhir


Kota Tasikmalaya sendiri terang dia, sudah mendapatkan sekitar 250 sampel swab test yang sudah terkumpul, dari perhitungan target sekitar 460 sampel dan masih kekurangan 210 sampel.

"Untuk swab test ini, kita harus melakukan pendekatan terlebih dahulu kepada masyarakat karena ada intervensi terhadap tubuh, kurang nyaman, termasuk pemilihan lokasi agar tidak terjadi resistensi nantinya," ucapnya.*

 

Baca : Waspada...! Pasar Bisa Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19