Pilkada di Tengah Covid-19, Jumlah TPS Kabupaten Tasikmalaya Membengkak

Sabtu, 13 Juni 2020 17:01 D. Farhan Kamil Pilkada

Pilkada di Tengah Covid-19, Jumlah TPS Kabupaten Tasikmalaya Membengkak

 

Koropak.co.id - Menyusul terbitnya Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) RI tentang pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020 di tengah pandemi Covid-19, KPU Kabupaten Tasikmalaya telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya terkait dukungan anggaran untuk protokol kesehatan dan penambahan jumlah tempat pemungutan suara (TPS).

Adapun untuk awal pelaksanaan tahapan pemilu lanjutan berdasarkan PKPU tersebut, akan dimulai pada tanggal 15 Juni 2020. Dengan diawali pengaktifan kembali badan ad hoc KPU dengan mencabut SK penonaktifan Badan ad hoc.

"Kita awali pelaksanaan tahapannya dengan mengaktifkan kembali badan ad hoc, setelah beberapa bulan dinonaktifkan akibat wabah Covid-19," kata Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya, Zamzam Zamaludin SP, dalam siaran konferensi pers di Kantor KPU Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (13/6/2020).

Disebutkan, adanya kebijakan baru yakni pelaksanaan Pilkada dengan menjalankan protokol kesehatan, maka mempengaruhi terhadap jumlah kebutuhan angaran. Salah satunya karena ada penambahan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar 351 desa dan 39 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya, dengan pertimbangan untuk mengurai kerumunan dan mengurangi risiko kontak fisik antar pemilih dan petugas.

 

Baca : Di Tengah Pandemi Covid-19 KPU Tetap Lakukan Tahapan Pilkada

 

Jumlah TPS Di Kabupaten Tasikmalaya kata Zamzam, semula 3.050 TPS berdasarkan data jumlah pemilih per TPS sebanyak 800, namun karena adanya pembatasan pemilih sebanyak 500 pemilih per TPS, maka jumlah TPS diperbanyak menjadi 3.740 TPS atau bertambah 690 TPS dengan jumlah pemilih berdasarkan hasil sinkronisasi DP4 dengan DPT Pemilu 2019 sebanyak 1.376.647 orang.

"Dengan penambahan TPS tersebut, tentu korelasinya dengan penambahan petugas dan juga logistik TPS. Untuk jumlah petugas TPS tambahan adalah 690 TPS x 9 orang petugas, yakni sebanyak 6.210 orang. Maka konsekuensinya adalah penambahan kebutuhan anggaran untuk honorarium sebesar Rp 3,9 milyar ditambah kebutuhan alat pelindung diri sebesar Rp 2,7 milyar atau totalnya sebesar Rp 6,6 milyar," ujarnya.

 

Baca : Hore..! Tahapan Pilkada Dilanjutkan, KPU Minta Anggaran Ditambah

 

Menurut Zamzam dengan penambahan jumlah kebutuhan anggaran sebesar Rp 6,6 milyar itu, maka total kebutuhan anggaran untuk penyelenggaraan Pilkada Kabupaten Tasikmalaya adalah sebesar Rp 59,6 milyar.

"Semula kebutuhan anggaran yang diajukan KPU ke Pemda Kabupaten Tasikmalaya adalah, sebesar Rp 57,5 milyar. Dengan diberlakukannya program pencegahan wabah Covid-19, maka kita berhasil merasionalisasi anggaran kebutuhan menjadi Rp 45,7 milyar dengan mengurangi kegiatan-kegiatan tatap muka yang melibatkan massa. Namun dengan adanya penambahan TPS dan pemberlakuan protokol kesehatan, kita butuh anggaran tambahan sebesar Rp 6,6 milyar," tuturnya.

Ditambahkan, hasil koordinasi dengan pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya, untuk kebutuhan anggaran tambahan tersebut akan diusulkan oleh Pemkab Tasikmalaya ke Pemerintah Pusat melalui Provinsi. "Intinya kebutuhan anggaran tambahan dipastikan terpenuhi," ucapnya.

Lebih lanjut Zamzam menegaskan, KPU Kabupaten Tasikmalaya, berkomitmen dan siap untuk melaksanakan Pilkada lanjutan, memilih Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya Tahun 2020 dengan penuh integritas dan memperhatikan protokol kesehatan.*


Baca : Bawaslu Tampung Data Dan Informasi Untuk Indeks Kerawanan Pemilu


Berita Terkait