Camat dan Lurah Bingung, Penyaluran Bansos Banyak Menuai Masalah

Selasa, 16 Juni 2020 15:18 Dede Hadiyana Parlemen

Camat dan Lurah Bingung, Penyaluran Bansos Banyak Menuai Masalah

 

Koropak.co.id - Menyikapi karut marutnya pendistribusian bantuan sosial (Bansos) Covid-19, Pimpinan dan Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tasikmalaya, melaksanakan rapat bersama para Camat dan Lurah se-Kota Tasikmalaya yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Tasikmalaya, Selasa (16/6/2020).

Hadir dalam rapat tersebut 10 orang Camat dan 69 orang Lurah se-Kota Tasikmalaya. Mereka menyampaikan beberapa usulan di antaranya ketidakpastian bansos, khususnya yang bersumber dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Dijumpai Koropak usai rapat, Camat Cihideung M. Soni mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu kepastian bansos dari Kemensos. karena hingga kini masih banyak warga yang belum mendapatkan bantuan. Sedangkan, bantuan tahap kedua sudah turun ketika bantuan tahap pertama belum selesai.

"Semoga saja Kemensos bisa merealisasikan bansos tersebut sehingga bisa meringankan beban masyarakat termasuk meredam kemarahan warga yang sudah dijanjikan akan mendapat bantuan. Mudah-mudahan ada solusi yang terbaik karena ini merupakan tugas kita bersama," ujarnya.

 

Koropak.co.id - Camat dan Lurah Bingung, Penyaluran Bansos Banyak Menuai Masalah

 

Baca : Buntut Bansos Kemensos, RT RW Jadi Korban Bully Warganya

 

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Tasikmalaya H. Dayat Mustofa menyebutkan, pihaknya mengapresiasi atas kinerja camat dan lurah dalam penanganan Covid-19. Di samping itu, pihaknya juga merespons apa yang disampaikan para camat dan lurah berkaitan dengan urusan bantuan.

"Sesuai tupoksinya, dewan memiliki fungsinya menampung, mencatat, dan memperjuangkan apa yang diusulkan masyarakat. Untuk eksekusinya berada pada kewenangan Pemerintah Daerah dalam hal ini Walikota," kata Dayat.

Ia pun menyebutkan, jika dirinya pernah berpengalaman menjabat sebagai camat. Pihaknya sangat memahami kinerja para camat dan lurah yang memiliki tugas cukup berat karena berhadapan langsung dengan masyarakat. Maka sangat tepat jika pihaknya akan memperjuangkan apa yang menjadi kehendak dan keinginan para camat dan lurah.

"Saya paham, karena tugas mereka itu cukup berat, kerja tidak mengenal waktu, bahkan sebagai kepala wilayah harus siap setiap saat. Terlebih pada masa Covid-19 sekarang ini," ucapnya.*

 

Baca : Forum Silaturahmi RT RW Kota Tasikmalaya Geruduk Kantor Walikota

 


Berita Terkait