Dinas PUPR Kota Tasikmalaya Hanya Menyerap 40 Persen APBD

Rabu, 17 Juni 2020 22:31 Eris Kuswara Parlemen

Dinas PUPR Kota Tasikmalaya Hanya Menyerap 40 Persen APBD

 

Koropak.co.id - Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tasikmalaya menyampaikan beberapa poin penting dalam Rapat Kerja bersama Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya yang dilaksanakan di Ruang Rapat II DPRD Kota Tasikmalaya, Rabu (17/6/2020). Salah satunya mengenai kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2020 setelah adanya refocusing anggaran untuk percepatan penanganan Covid-19.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tasikmalaya, H Adang Mulyana mengatakan, setelah adanya refocusing anggaran akibat pandemi Covid-19 membuat perencanaan awal dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan tahun ini menjadi berbeda. Karena, dari perencanaan awal, banyak kegiatan tidak bisa dilaksanakan.

"Banyak kegiatan tidak bisa dilaksanakan di tahun 2020 ini, baik itu yang berasal dari dana bantuan provinsi maupun Anggaran Pendapatan dan Belajar Daerah (APBD) Kota Tasikmalaya. Karena, khusus APBD Kota ini, kami mendapatkan refocusing anggaran hingga 60 persen, sehingga yang berjalan dan terlaksana itu baru sebesar 40 persen saja," Kata Adang.

Ditambahkan, begitu juga dengan bantuan dari provinsi yang faktanya tidak semua bantuan yang ditetapkan pada tahun 2020, turun semuanya. Maka Dinas PUPR Kota Tasikmalaya berharap agar bantuan dari provinsi dan dari APBD Kota Tasikmalaya di tahun 2021 nanti, kembali normal.

"Kami mempunyai program-program prioritas yang harus dilaksanakan dalam rangka pencapaian kinerja agar bisa tercapai. Seperti pembangunan gedung, jembatan fly over, jembatan Cikalang, rumah dinas Walikota dan Gedung Disdukcapil," ujarnya.

 

 Koropak.co.id - Dinas PUPR Kota Tasikmalaya Hanya Menyerap 40 Persen APBD

 

 

Baca : Dewan Minta Dinas PUPR Kota Tasikmalaya Fokus Ke Pembangunan Prioritas

 

Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk agenda penataan kawasan HZ Kota Tasikmalaya, pihaknya masih harus menunggu hasil dari fisibility studie (FS) yang saat ini masih dalam proses penyusunan termasuk Detail Engineering Design (DED) nya.

Dinas PUPR kata dia, selaku Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, melakukan inisiatif penataan jalan di HZ yang saat ini menjadi pusat perekonomian.

"Kami menyiapkan anggaran sebesar Rp 400 juta untuk FS dan DED. Kami akan menata kawasan HZ agar tidak ada kemacetan lagi sehingga perekonomian meningkat. Kami ingin ada perbaikan yang berlaku untuk semuanya, mulai dari Pedagang Kaki Lima (PKL) nya harus maju dan masyarakat yang berjalan di sana pun, merasa lebih nyaman," ucapnya.*

 

Baca : Penataan PKL Cihideung Jalan Ditempat

 


Berita Terkait