Bencana Alam Kepung Kabupaten Tasikmalaya Bagian Selatan

Sabtu, 20 Juni 2020 15:29 D. Farhan Kamil Daerah

Bencana Alam Kepung Kabupaten Tasikmalaya Bagian Selatan

 

Koropak.co.id - Akibat hujan deras yang terus mengguyur kawasan Tasikmalaya sejak dua hari terakhir ini, mengakibatkan terjadinya beberapa bencana alam di sejumlah lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

Seperti di Kampung Babakan Putat dan Kampung Ciwindu, Kedusunan Babakan Putat Desa Deudeul Kecamatan Taraju. Longsor tanah di dua titik ini menutupi ruas jalan Raya Taraju. Sehingga akses penghubung ke Sodong Hilir itu tersendat dan warga tidak bisa melintasi jalur tersebut. Bencana terjadi pada Jumat (19/6/2020) sekitar pukul 22.00 wib.

"Longsoran tanah tebing itu menutup jalan di dua titik sehingga arus kendaraan Taraju-Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya putus total," kata Babinsa Desa Taraju Koramil 1221/Taraju Koptu Juhenda, Sabtu (20/6/2020).

Meskipun tidak ada korban dalam bencana ini, namun proses evakuasi tanah logsor cukup sulit, karena cuaca sangat buruk dengan curah hujan yang tinggi.

Longsor juga terjadi di Kampung Mekar Wangi Desa Sodonghilir, Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya. Dimana tebing penyangga tanah ambruknya dan mengakibatkan badan jalan terputus. Dampaknya akses jalan ke sejumlah wilayah di Kecamatan Sodonghilir dan kecamatan Taraju tidak bisa dilalui kendaraan.

Selain karena kontur tanah yang labil, ambruknya tanah penyangga jalan itu juga akibat tergerus hujan lebat dalam dua hari terkahir ini.

 

Koropak.co.id - Bencana Alam Kepung Kabupaten Tasikmalaya Bagian Selatan (2)

 

Baca : Air Sungai Meluap, Puluhan Rumah di Tiga Desa Tergenang Banjir

 

Sementara di Desa Jayamukti, Kecamatan Pancatengah, Kabupaten Tasikmalaya terjadi banjir akibat air sungai Cimedang meluap. Hektaran areal pertanian padi yang baru ditanam pun terendam banjir.

"Hampir semua lahan pesawahan di Desa Jayamukti terendam banjir dan merusak tanaman padi. Padahal sudah mendekati masa berbuah dan kurang satu bulan lagi memasuki masa panen," kata salah seorang petani Desa Jayamukti, Ridwan.

Sementara itu, Kapolres Tasikmalaya, AKBP Hendria Lesmana memastikan longsor lahan perbukitan di Desa Deudeul, tidak menyebabkan korban jiwa.

"Kami cek kelapangan tidak ada laporan warga yang hilang makanya dipastikan tidak ada korban jiwa akibat longsor ini," kata Hendria, di lokasi kejadian.

Ia menghimbau agar warga meningkatkan kewaspadaan saat musim hujan. Menjauhi tebing atau lahan yang rawan longsor harus dilakukan apalagi hujan deras melanda.*

 

Baca : Dua Warga Tasikmalaya Meninggal Tertimbun Longsor

 


Berita Terkait