Ditengah Pandemi Covid-19, Kasus DBD Di Kota Tasikmalaya Terus Meningkat

Senin, 22 Juni 2020 20:24 Eris Kuswara Daerah

Ditengah Pandemi Covid-19, Kasus DBD Di Kota Tasikmalaya Terus Meningkat

 

Koropak.co.id - Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr Uus Supangat menyebutkan, jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya tergolong tinggi di tengah pandemi Covid-19 yang hingga saat ini masih terjadi.

Berdasarkan data dari Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) hingga Senin (22/6/2020), tercatat ada 16 orang meninggal dunia akibat DBD.

"Sejak awal tahun 2020 hingga Juni 2020, kasus DBD di Kota Tasikmalaya terus meningkat. Bahkan hingga saat ini pasien akibat penyakit DBD mencapai 598 orang. Jumlah kasus paling banyak terjadi di Kecamatan Kawalu yakni sebanyak 113 orang, disusul Kecamatan Tamansari sebanyak 70 orang," kata Uus.

 

Baca : Waspada! Bahaya DBD Mengintai di Tengah Pandemi Covid-19

 

Ditambahkan, di luar kedua Kecamatan itu, kasus DBD juga tersebar rata di seluruh kecamatan di Kota Tasikmalaya. Maka dengan tingginya kasus DBD tersebut, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya menghimbau agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan dengan meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Saat ini kita semua tengah menghadapi pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Dengan meningkatnya kasus DBD di Kota Tasikmalaya, kita harus menyikapinya secara serius. Sebab, pasien yang meninggal dunia akibat DBD juga mengalami kenaikan," ujarnya.

 

Baca : Duh! Kasus DBD di Kota Tasikmalaya Cukup Tinggi

 

Uus menuturkan, dengan jumlah kasus DBD yang signifikan, maka saat ini Kota Tasikmalaya sudah memasuki masa pra Kejadian Luar Biasa (KLB). Adapun untuk menetapkan suatu daerah itu sudah masuk KLB, maka membutuhkan perhitungan yang konkret dengan melihat jumlah kasus demam disertai penurunan trombosit.

"Tentunya kami akan terus melakukan penyuluhan ke beberapa kecamatan untuk mengingatkan mengenai masalah DBD selain Covid-19. Selain itu, kami juga akan melakukan pertemuan dengan seluruh kecamatan mengenai kasus DBD sebagai upaya pencegahan agar kasusnya tidak terus meningkat," terangnya.

Lebih lanjut Uus mengatakan, kasus DBD ini bisa diantisipasi jika masyarakat memiliki kesadaran terhadap dirinya dan lingkungannya dengan benar-benar menerapkan PHBS.*

 

Baca : Puluhan Warga Desa Sukarame Kabupaten Tasikmalaya Terinfeksi Chikungunya