Kasus DBD Meningkat, Kota Tasikmalaya Masuk Kategori Pra KLB

Jum'at, 26 Juni 2020 09:49 Eris Kuswara Daerah

Kasus DBD Meningkat, Kota Tasikmalaya Masuk Kategori Pra KLB

 

Koropak.co.id - Walikota Tasikmalaya, Drs H Budi Budiman menghadiri Rapat Koordinasi Penanggulangan dan Pengendalian Penyakit Menular yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya di Ballroom Grand Metro Hotel Tasikmalaya, Kamis (25/6/2020). Rapat koordinasi tersebut membahas tentang perkembangan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi di wilayah Kota Tasikmalaya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr Uus Supangat memaparkan, pada tahun 2016 terjadi 759 kasus DBD. Kemudian pada tahun 2017 berhasil ditekan di angka 298 kasus dan pada tahun 2018 ditekan kembali menjadi 223 kasus.

"Namun pada tahun 2019 terjadi kenaikan jumlah kasus DBD di Kota Tasikmalaya yakni sebanyak 672 kasus dan sampai dengan Juni tahun 2020 ini, tercatat sudah ada 673 kasus," kata Uus.

Disebutkan, berdasarkan grafik Pola Minimum Maksimum Kasus DBD pada tahun 2020, menunjukkan bahwa Kota Tasikmalaya sejak Januari hingga Juni 2020 sudah melampaui batas aman. Bahkan, tercatat pada Maret sampai dengan Mei 2020 juga sudah melampaui batas waspada. Kemudian untuk angka kematian akibat DBD sudah mencapai 16 kasus.

 

Koropak.co.id - Kasus DBD Meningkat, Kota Tasikmalaya Masuk Kategori Pra KLB (2)

 

Baca : Ditengah Pandemi Covid-19 Kasus DBD di Kota Tasikmalaya Terus Meningkat

 

Sementara itu, Walikota Tasikmalaya, Drs H Budi Budiman mengatakan, berdasarkan peningkatan angka kasus DBD Setiap kecamatan dan angka kematian yang terjadi di beberapa kecamatan di Kota Tasikmalaya saat ini, maka harus menjadi perhatian semua pihak. Jumlah kasus meninggal akibat DBD ini menjadi sesuatu yang luar biasa.

"Kasus DBD ini sudah memasuki pra Kejadian Luar Biasa (KLB), jangan sampai ada lagi penambahan kasus DBD, sehingga Kota Tasikmalaya ditetapkan menjadi KLB. Oleh karena itu, kami meminta tim kesehatan dan semua instansi terkait agar berupaya menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungannya," kata Budi.

Disebutkan, penanganan kasus DBD yang terjadi di seluruh wilayah kecamatan di Kota Tasikmalaya ini, menjadi hal urgen. Bagaimana peranan dinas dalam hal ini, melakukan tindakan preventif atau pencegahan penyakit, promotif atau promosi kesehatan dan kuratif atau pengobatan untuk menghentikan meluasnya penyakit DBD ini.*

 

Baca : Cegah Penyebaran Covid-19, Wakil Walikota Tasikmalaya Resmikan Kampung Tangguh

 


Berita Terkait