Di Masa Pandemi Covid-19, Geliat Budaya di Kota Tasikmalaya Tak Boleh Redup

Jum'at, 26 Juni 2020 12:32 Eris Kuswara Daerah

Di Masa Pandemi Covid-19, Geliat Budaya di Kota Tasikmalaya Tak Boleh Redup

 

Koropak.co.id - Pandemi Covid-19 yang masih melanda masyarakat saat ini, telah mempengaruhi seluruh sektor kehidupan tak terkecuali sektor kebudayaan dan pariwisata yang juga terdampak. Para penggiat seni dan budaya, harus kehilangan aktivitas dan juga pendapatannya dari usaha seni yang dilakoninya.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya, Hadian kepada Koropak selepas mengikuti kegiatan rapat koordinasi bersama Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT), di Grand Darmaga Sunda Tasikmalaya, Kamis (25/6/2020).

"Rapat koordinasi ini rutin kami laksanakan, karena DKKT merupakan bagian stakeholder dari Disporabudpar Kota Tasikmalaya. Inti pertemuan ini adalah bahwa dalam situasi pandemi Covid-19, pelaksanaan program atau kegiatan DKKT harus menyesuaikan," kata Hadian.

 

Baca : Pementasan Wayang Golek Tutup Rangkaian Kibar Budaya Jilid 5

 

Salah satu contoh kegiatan tersebut adalah Kibar Budaya yang sering dilaksanakan DKKT. Bagaimana caranya agar Kibar Budaya tetap bisa dilaksanakan meskipun pandemi covid-19 belum selesai. Inilah yang harus disinergikan bersama antara penanganan covid-19 dengan aktualisasi kegiatan yang dilakukan DKKT.

"Jika sebelum Kibar Budaya itu biasanya ada pertunjukan atau atraksi seni dan budaya, maka di situasi sekarang ini tidak mungkin dilaksanakan dan tentu harus ada pengganti. Kami berfikir, yang paling peting saat ini adalah para seniman dan budayawan di Kota Tasikmalaya bisa terakomodir, baik karya maupun pemikirannya di dalam program kegiatan DKKT," ucapnya.

 

Koropak.co.id - Di Masa Pandemi Covid-19, Geliat Budaya di Kota Tasikmalaya Tak Boleh Redup

 

Baca : Disporabudpar Apresiasi Studi Komparasi Dewan Kebudayaan Cianjur

 

DKKT pun terang dia, perlu mengeluarkan suatu terobosan baru agar setiap kegiatannya dapat terlaksana meskipun di tengah situasi pandemi-covid-19.

"Kibar budaya sendiri merupakan tradeback nya DKKT, dimana setiap tahun programnya dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi untuk para seniman dan budayawan dalam bentuk pagelaran akbar. Bagaiamana caranya, kegiatan ini dapat dilaksanakan. Inilah pentingnya rapat koordinasi," ujarnya.*

 

lihat : Atraksi Seni Budaya Nusantara Lewat Kibar Budaya Jilid 5


Berita Terkait