Ribuan Massa Minta Aparat Tangkap Konseptor dan Inisiator RUU HIP

Jum'at, 26 Juni 2020 23:52 Eris Kuswara Parlemen

Ribuan Massa Minta Aparat Tangkap Konseptor dan Inisiator RUU HIP

 

Koropak.co.id - Tak puas dengan audiensi yang dilakukan bersama DPRD Kota Tasikmalaya pada Jumat (19/6/2020) lalu, kini ribuan umat muslim Kota Tasikmalaya yang tergabung dalam Aliansi Aktifis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Almumtaz), melakukan aksi turun ke jalan, beberapa saat setelah pelaksanaan salat Jumat usai, Jumat (26/6/2020).

Dewan Pembina Almumtaz sekaligus Sekretaris MUI Kota Tasikmalaya, KH M. Aminudin Bustomi M.Ag mengatakan, aksi turun ke jalan ini melibatkan ribuan massa dari berbagai daerah mulai dari Kota Banjar, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya. Semua berkumpul di area Batu Andesit Taman Kota Depan Masjid Agung Tasikmalaya.

"Selain meminta DPR-RI dan Pemerintah membatalkan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP), kami juga meminta agar Konseptor dan Inisiator dari RUU HIP ini ditangkap," kata Aminudin.

Aminudin menegaskan, RUU HIP sudah melenceng dari niatan awal Pancasila dibuat. Oleh karena itu, pihaknya meminta agar para inisiator dari RUU HIP keluar dari Indonesia atau aparat hukum harus segera menangkapnya dan mendesak agar RUU HIP tidak disahkan.

“Kami mendesak agar aparatur hukum segera menangkap siapa konseptor dan inisiator dari RUU HIP. Jangan sampai dibiarkan, karena itu musuh negara yang ingin mengubah Pancasila,” ucapnya.

 

Ribuan Massa Minta Aparat Tangkap Konseptor dan Inisiator RUU HIP (2)

 

 

Lihat : Berpotensi Bangkitkan Komunis Indonesia, Ormas Islam Tolak RUU HIP

 

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya, Ustaz Ishak Farid menuturkan, DPRD Kota Tasikmalaya tentunya mendukung penuh dihentikannya pembahasan RUU HIP. Bahkan, RUU tersebut harus dihapus sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat.

"Kami menganggap bahwa Pancasila ini sudah final dan sudah menjadi payung hukum bagi bangsa Indonesia, maka tidak perlu lagi untuk diusik apalagi sampai diubah. Tentunya hal itu sudah menyalahi aturan," tutur Ishak.

Lebih lanjut Ishak mengatakan, pihaknya menegaskan bagi siapa pun yang ingin mengubah Pancasila, berarti secara otomatis dia sudah keluar dari kesepakatan. Oleh karena itu, dia pun harus keluar dari Indonesia.

"Jika diibaratkan kita ini seorang tentara yang memiliki 10 peluru, maka kita harus menyisakan 1 untuk musuh dan 9 untuk pengkhianat. Karena situasinya saat ini, kita bukan lagi berhadapan dengan musuh tetapi pengkhianat dan mereka adalah para konseptor dan inisator. Inilah yang sebenarnya pengkhianat negara dan harus segera ditangkap dan dikeluarkan dari Indonesia," katanya.*

 

Baca : Ormas Islam Turun Ke Jalan di Kota Tasikmalaya, Serukan Cabut RUU HIP

Baca : Kawal Pencabutan RUU HIP, Ormas Islam Tasikmalaya Persiapkan Aksi Menembus Jakarta