Program Bantuan Perbaikan Rutilahu Menuju Peningkatan IPM

Minggu, 28 Juni 2020 11:30 Dede Hadiyana Parlemen

Program Bantuan Perbaikan Rutilahu Menuju Peningkatan IPM

 

Koropak.co.id - Munculnya anggapan sebagian masyarakat bahwa program bansos rutilahu yang digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat adalah program bedah rumah, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat Viman Alfarizi Ramadhan, ST, MBA menegaskan, bahwa bedah rumah merupakan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau dikenal masyarakat sebagai Bedah Rumah, yang digulirkan pemerintah pusat.

Sedangkan rutilahu adalah program bantuan sosial yang digulirkan Pemerintah Jawa Barat. "Anggapan ini masih berkembang di masyarakat. Hal itu salah satunya karena kurangnya informasi yang diserap masyarakat terkait kegiatan renovasi rumah warga kurang mampu," kata Viman, Jumat (27/6/2020).

 

Baca : Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat Dorong Naikan Anggaran Perbaikan Rutilahu

 

Menurutnya, bedah rumah adalah kegiatan merenovasi rumah dari nol. Sementara rutilahu hanya sebatas merenovasi atau memperbaiki bangunan rumah yang ada dan sesuai klasifikasi, sepenuhnya diserahkan kepada kekuatan swadaya masyarakat sehingga mewujud jadi rumah layak huni.

Rutilahu kata Viman, secara teknis Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM)/ Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) sebagai institusi non struktural di desa, yang berperan memasukkan data serta menyalurkan bantuan rutilahu kepada masyarakat.

"Dalam penyaluran rutilahu ini dikawal oleh tim verifikator baik dari Pemerintah Daerah maupun Provinsi dalam hal ini dari Dinas Sosial. Dan bantuan rutilahu sendiri sampai ke tangan masyarakat dalam bentuk bahan material bangunan sesuai kebutuhan dengan nilai Rp 17,5 Juta," terangnya.

 

 

Koropak.co.id - Program Bantuan Perbaikan Rutilahu Menuju Peningkatan IPM (2)

 

Lihat : Dewan Harapkan Kota Tasikmalaya Bebas Kumuh

 

Lebih jauh Viman menjelaskan, kategori rutilahu antara lain tipe rumah 36 dan sudah memiliki pondasi, 1 Kartu Keluarga (KK) berjumlah 4 orang anggota keluarga dengan perhitungan 1 orang untuk 9 meter persegi, ventilasi udara yang tidak baik, belum memiliki MCK atau sanitasi yang tidak baik, serta atap rumah yang tidak baik.

"Karena semua itu berawal dari rumah. Apabila rumahnya sendiri tidak layak huni, maka bagaimana masyarakat bisa hidup nyaman serta menikmati dan mengakses hasil dari pembangunan. Kondisi ini tentu sangat berpengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Maka program rutilahu yang bersifat stimulan ini, arahnya meningkatkan IPM," katanya.*

 

Baca : Peran Pesantren Dalam Terobosan Perberdayaan Ekonomi Masyarakat