Jembatan di Kabupaten Tasikmalaya Putus, Dewan Dorong Polisi Turun Tangan

Selasa, 30 Juni 2020 08:28 D. Farhan Kamil Parlemen

Jembatan di Kabupaten Tasikmalaya Putus, Dewan Dorong Polisi Turun Tangan

 

Koropak.co.id - Selain telah berdampak terhadap kehidupan masyarakat di dua desa yakni Desa Cayur dan Sindangasih Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya, ambruknya jembatan Cisepet akibat luapan air Sungai Cimedang pada Kamis hingga Jumat pekan lalu, kini menjadi bidikan baru unit tindak pidana korupsi (tipikor) Satreskrim Polres Tasikmalaya.

Pasalnya, jembatan dengan panjang sekitar 28 meter dan lebar 4 meter itu, dibangun pada tahun 2013 lalu atau baru seumur jagung untuk usia jembatan yang biasanya dibangun dengan jangkauan masa kekuatan mencapai puluhan tahun.

"Kami meninjau langsung kondisi di lapangan dan ternyata, jembatan yang kini telah dipasang police line (garis polisi) itu putus, hingga memaksa masyarakat membuat rakit sebagai alat transportasi menyebrangi sungai," kata Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, Senin (29/6/2020).

Menurut dia, dengan hadirnya aparat hukum untuk mengusut putusnya jembatan tersebut, diharapkan menjadi pelajaran bagi pemerintah bahkan pemborong dan pihak-pihak lainnya, agar dalam pelaksanaan pembangunan jembatan itu memperhatikan ketentuan alias dikerjakan tidak asal-asalan. Karena jembatan itu memiliki batas minimal hingga 30 tahunan. Dan bukan berarti harus ambruk ketika mencapai batas waktu minimal tersebut, melainkan diganti.

 

Koropak.co.id - Jembatan di Kabupaten Tasikmalaya Putus, Dewan Dorong Polisi Turun Tangan (2)

 


Baca : DPRD Kabupaten Tasikmalaya Tinjau Lokasi Banjir Sukaresik


Ditambahkan, pihaknya menyadari keberadaan jembatan tersebut sangat vital, karena mobilitas masyarakat dari Cikatomas ke Salopa atau sebaliknya, untuk aktivitas ekonomi, pendidikan maupun kesehatan masyarakat sangat tinggi.

Dengan menggunakan rakit atau jembatan kayu sederhana, tentu saja tidak efektif apalagi jika masyarakat harus menggunakan jalan alternatif yang menghabiskan jarak tempuh sekitar 25 klometer.

"Maka solusi untuk membantu kesulitan masyarakat saat ini adalah, pemasangan jembatan bailey. Kami sudah berkoordinasi dengan dinas teknis terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan juga BPBD untuk mengambil langkah cepat yakni bantuan bailey ke provinsi," ujarnya.

DPRD juga terang Asep, akan mendorong pemerintah mencanangkan anggaran di 2021 untuk pembangunan jembatan Cisepet secara permanen.

 

Baca : WTP Bukan Segala-Galanya Karena Ada Rekomendasi BPK


Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Perumahan Permukiman (PU-TRPP) Kabupaten Tasikmalaya, Drs. H. Yusep Yustisiawandana, ST, MM mengatakan, pihaknya sudah berkordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk penanganan jembatan Cisepet yang putus dengan melakukan pembuatan jembatan darurat sementara.

Bahkan Dinas PU-TRPP juga, sudah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melalui Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, supaya ada perhatian khusus untuk tanggap darurat perbaikan jembatan tersebut.

"Solusinya, untuk jembatan Cisepet ini ya jembatan bailey. Agar transportasi masyarakat kembali normal," ujarnya.*

 

Baca : Pemprov Jabar Segera Bangun Jembatan Darurat