Dinkes Kota Tasikmalaya Lakukan Penguatan Tatalaksana Penanganan DBD

Rabu, 01 Juli 2020 10:29 Eris Kuswara Daerah

Dinkes Kota Tasikmalaya Lakukan Penguatan Tatalaksana Penanganan DBD

 

Koropak.co.id - Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr Uus Supangat menyebutkan, akan segera mengggelar pertemuan dengan Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya dan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya di BaleKota Tasikmalaya.

"Agendanya adalah untuk membahas perkembangan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya yang saat ini berada pada fase pra Kejadian Luar Biasa (KLB)," kata Uus seusai mengikuti rapat Paripurna pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Pembahas Tindaklanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Keuangan Republik Indonesia atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2019, Selasa (30/6/2020).

 

(Ditengah pandemi covid kasus dbd di Kota Tasikmalaya terus meningkat)

 

Menyikapi permasalahan DBD ini terang dia, Dinas Kesehatan sudah menggelar roadshow, bahkan kemarin sudah mengadakan kegiatan penguatan terhadap beberapa stakeholder terkait, yang dilaksanakan di Hotel Grand Metro Tasikmalaya .

"Kami juga akan kembali melaksanakan penguatan untuk tingkat rumah sakit yang rencananya akan dilaksanakan besok Kamis (2/7/2020)," kata Uus.

Menurut dia, hingga saat ini untuk kasus DBD Kota Tasikmalaya masih berstatus Pra KLB. Dan jika nanti harus ditetapkan menjadi KLB, maka pemerintah sudah harus menyiapkan infrastruktur yang akan digunakan untuk penanganan DBD di Kota Tasikmalaya nanti.

 

(Kasus DBD meningkat Kota Tasikmalaya masuk kategori pra-KLB)

 

Ditambahkan, untuk sampai status KLB, tidak hanya aspek teknis dan perkembangan penyakitnya saja yang menjadi pertimbangan, tetapi resources lain harus sudah dipersiapkan termasuk aspek regulasi, pembiayaan dan lain-lain.

"Untuk penetapan KLB, ada sejumlah konsekuensi lain yang harus dipikul pemerintah. Tidak hanya pertimbangan teknis masalah epidemiologi atau kasus kejadian kesakitan dan kematiannya saja, tetapi ada hal-hal lain yang juga harus dipertimbangkan," ujarnya.

 

(Covid-19 berbahaya, DBD mematikan korban di Kota Tasikmalaya)

 

Untuk penanganan DBD di Kota Tasikmalaya lanjut dia, Dinas Kesehatan bersama pihak rumah sakit melakukan penguatan hingga tingkat puskesmas.

"Setelah dilakukan penguatan, alhamdulillah untuk kasus kematian akibat DBD mulai mereda. Kami bisa memahami, kenapa sebelumnya jumlah kasus DBD tinggi? Mungkin kemarin dalam masa-masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid 1, 2 dan 3, sehingga masyarakat mengalami kekhawatiran ketika ingin berobat. Tercatat, rata-rata kasus kematian yang berobat itu trombositnya sudah sangat rendah dan masuk fase Dengue Shock Syndrom (DSS)," ujarnya.*

 

(Kesadaran masyarakat menjadi poin penting cegah demam berdarah)


Berita Terkait