Korban DBD Melonjak, Penanganan di Kota Tasikmalaya Harus Masif

Rabu, 01 Juli 2020 16:40 Eris Kuswara Daerah

Korban DBD Melonjak, Penanganan di Kota Tasikmalaya Harus Masif


Koropak.co.id - Untuk menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya, Pemerintah Kota Tasikmalaya terus berupaya, salah satunya melakukan pengerahan masyarakat agar rutin membersihkan lingkungan masing-masing. Langkah tersebut dinilai paling efektif dalam membasmi potensi berkembangnya jentik nyamuk.

Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, H Ivan Dicksan mengatakan, Pemerintah Kota Tasikmalaya juga terus mendorong Dinas Kesehatan agar dengan sisa anggaran yang ada tetap bisa fokus dalam menangani kasus DBD. Salah satunya adalah dengan melakukan langkah pemberantasan jentik nyamuk secara masif.

“Yang kami tempuh untuk penanganan DBD di Kota Tasikmalaya salah satunya adalah melakukan pemberantasan jentik nyamuk dengan menggerakkan masyarakat. Karena, sesuai dengan analisis dari Dinas Kesehatan, ternyata langkah yang paling efektif yakni dengan melakukan gerakan menguras dan membersihkan potensi genangan air agar tidak ditumbuhi jentik nyamuk,” kata Ivan.

Untuk memuluskan langkah tersebut, Pemerintah Kota Tasikmalaya akan meminta bantuan dari camat dan lurah agar dapat menggugah kesadaran masyarakat dalam melaksanakan kegiatan kebersihan massal di wilayah masing-masing. Sehingga, ketika kesadaran kolektif dari masyarakat dalam menjaga lingkungannya terbangun secara masif, maka akan semakin mudah dalam menekan pertumbuhan jentik nyamuk.

 

Baca : Dinkes Kota Tasikmalaya Lakukan Penguatan Tatalaksana Penanganan DBD

 

Dinas Kesehatan juga akan memetakan daerah mana saja yang perlu dan belum diperlukan untuk dilakukan pemoggingan.

"Fogging itu sendiri berguna untuk membunuh hanya nyamuk dewasa, dan ketika jentik nyamuk sudah tumbuh menjadi dewasa, maka harus dilakukan pemoggingan kembali. Hal ini juga sesuai dengan pemaparan kepala Dinas Kesehatan dimana untuk satu lokasi, fogging minimalnya harus dilakukan dua kali,” ucapnya.

Ivan menambahkan, gerakan kebersihan di level masyarakat sangat penting untuk dilakukan, karena kondisi Pemerintah Kota Tasikmalaya saat ini masih harus dihadapkan dengan Pandemi Covid-19 yang belum selesai.

Sementara itu, berdasarkan hasil data dari Dinas Kesehatan, untuk kurva kasus DBD di Kota Tasikmalaya melonjak sejak Maret 2020 dengan angka kasus yang cukup tinggi terjadi pada April 2020. Kemudian pada Mei 2020 tergolong sangat tinggi dan puncaknya terjadi pada Juni 2020. Bahkan saat ini untuk kasus DBD di Kota Tasikmalaya sudah mencapai 700 kasus.*

 

Baca : Covid-19 Berbahaya, DBD Mematikan 16 Korban di Kota Tasikmalaya