Seorang Warga Jakarta Menambah Jumlah Positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya

Minggu, 05 Juli 2020 22:37 Eris Kuswara Daerah

Seorang Warga Jakarta Menambah Jumlah Positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya

 

Koropak.co.id - Seiring dengan pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) menuju ke fase New Normal, dalam dua pekan terakhir ini, kasus pasien positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya melandai.

Namun berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan dan Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya, tercatat pada Sabtu (4/7/2020) pasien positif Covid-19 bertambah 1 pasien. Sehingga jumlah total pasien positif Covid-19 Kota Tasikmalaya menjadi 51 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr Uus Supangat mengatakan, pasien tersebut melakukan test PCR dan hasilnya positif. Namun berdasarkan identitas resmi (KTP-el), pasien bukan tinggal di Kota Tasikmalaya tetapi tinggal di Jakarta.

"Dengan adanya penambahan kasus positif Covid-19 ini, tentunya harus menjadi perhatian masyarakat. Sebab dalam catatan dinas, untuk penambahan 2 kasus positif Covid-19 selama 1 bulan ini, berasal dari luar Kota Tasikmalaya yang kebetulan mereka berdua sedang berada di Kota Tasikmalaya," kata Uus.

Ditambahkan, hal ini harus diwaspadai, karena banyak masyarakat Kota Tasikmalaya yang tinggal di Jakarta. Atau sebaliknya, orang Jakarta banyak melakukan berbagai urusan di Kota Tasikmalaya.

 

Koropak.co.id - Seorang Warga Jakarta Menambah Jumlah Positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya

 

Baca : Touring Baksos dan Monitoring Pengendalian Covid-19, Tasikmalaya ke Pangandaran

 

Meskipun mereka bukan merupakan orang Tasikmalaya terang Uus, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya tetap melakukan pelayanan terbaik dan tidak mengembalikannya ke daerah asalnya.

"Tentunya kami harus tetap merawat pasien tersebut dan tidak membawa ke daerah asal sesuai dengan KTP-nya. Karena jika dipulangkan, khawatir bisa menular kemana-mana. Sehingga kami rawat disini sampai memungkinkan untuk dipulangkan," ucapnya.

Akibat penambahan kasus positif tersebut kata Uus, tentunya bisa membuat zonasi Kota Tasikmalaya di masa pandemi Covid-19 yang tadinya sudah masuk zona biru, bisa kembali turun ke zona kuning. Meskipun untuk zonasi itu semuanya ada dalam kewenangan Pemprov Jawa Barat dan pemerintah pusat.

“Kasus positif ini bisa berdampak terhadap status zona pandemi Covid-19 di Kota Tasikmalaya, karena indikatornya adalah PCR positif. Selain itu, zonasi pandemi Covid-19 ini sendiri menjadi penentu apakah Kota Tasikmalaya masuk AKB, New Normal, atau akan kembali ke Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)," ujarnya.*

 

Baca : Polri, TNI dan Forkopimda Jabar Bersinergi Gelar Touring dan Baksos Peduli Covid-19