Bebas Asimilasi, Pria Asal Kabupaten Tasikmalaya Kembali Ditangkap Polisi

Selasa, 07 Juli 2020 22:10 D. Farhan Kamil Daerah

Bebas Asimilasi, Pria Asal Kabupaten Tasikmalaya Kembali Ditangkap Polisi

 

Koropak.co.id - Belum lama menghirup udara bebas, seorang warga binaan Lapas Garut yang mendapatkan program asimilasi, ANG (23) warga Desa dan Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya, kembali dicokok Polisi, setelah berulah melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor.

Kali ini, aksi kejahatan yang dilakukan ANG ini, melibatkan kakak kandunnya, BUD (34) alias Boyon yang bertugas menadah motor hasil curian untuk dijual kembali dengan harga murah. Kini ANG maupun BUD harus rela mendekam di balik jeruji besi, setelah jajaran Satreskrim Polres Tasikmalaya, menangkap keduanya.

Selain kedua pelaku, petugas juga menangkap satu pelaku lainnya yang masih berusia di bawah umur yakni DS (16). Petugas pun mengamankan barang bukti berupa 7 unit sepeda motor hasil curian.

"Mereka kita tangkap di tempat persembunyian di Kecamatan Cikalong dan kita juga mengamankan sejumlah barang bukti hasil kejahatan para pelaku," kata Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Siswo De Cuellar Tarigan S.IK, Selasa (7/7/2020).

Dengan mengantongi keterangan ANG residivis dengan kasus kejahatan yang sama terang Siswo, kini jajarannya tengah memburu dua orang pelaku lainnya yang sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Kedua orang ini kerap beraksi dalam kejahatan bersama ANG.

 

Koropak.co.id - Bebas Asimilasi, Pria Asal Kabupaten Tasikmalaya Kembali Ditangkap Polisi

 

Baca : Dua Maling Spesialis Pelajar Bermotor Digelandang Polisi


Saat beraksi, kata Siswo, pelaku ANG ini merusak penutup kunci dengan magnet. Kemudian menggunakan kunci leter T untuk menghidupkan sepeda motor. Dan hanya dalam hitungan 10 detik, sepeda motor berhasil dibawa kabur. Motor hasil curian kemudian dijual pelaku dengan harga rata-rata Rp 3 juta per unit.

"Barang bukti yang kita amankan dari ketiga pelaku, ada tujuh kendaraan roda dua. Kemudian motor curian ini dijual pelaku rata-rata Rp 3 juta per unit," terang Siswo.

Menurut Siswo, kronologis terbongkarnya aksi kejahatan para pelaku, setelah aksi pencurian sepeda motor yang dilakukan pada 17 Juni lalu di parkiran UPTD Puskesmas Cikalong, dengan korban tenaga medis.

Akibat kejahatan tersebut, pelaku ANG dan DS dikenakan pasal 363 tentang pencurian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Adapun BUD diancam pasal 481 KUHP tentang Penadah Ulung dengan ancaman maksimal pidana 7 tahun penjara.*

 

Baca : DPO Curanmor Diringkus Polres Tasikmalaya Tanpa Perlawanan

 


Berita Terkait