BPBD dan TNI/Polri Bersama Masyarakat Bangun Jalan Alternatif

Kamis, 09 Juli 2020 23:16 D. Farhan Kamil Desa

BPBD dan TNI/Polri Bersama Masyarakat Bangun Jalan Alternatif

 

Koropak.co.id - Pasca bencana longsor yang memutuskan jalan desa penghubung empat kampung di Dusun Margasari Desa Margalaksana Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya, pada Selasa (7/7) sekitar pukul 05.00 pagi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, mengambil solusi cepat dengan memindahkan trase jalan.

"Setelah meninjau lokasi bencana, Rabu (8/7/2020), untuk sementara kami bersama TNI dan Polsek Salawu dan juga masyarakat, bersama-sama membuat jalan setapak melingkar sebagai jalan alternatif. Poinnya adalah akses jalan bisa dilalui masyarakat dan kendaraan roda dua," kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Nuraedidin, Kamis (9/7/2020).

 

Baca : Air Sungai Meluap Puluhan Rumah di Tiga Desa Tergenang Banjir

 

Selain dibuat jalan alternatif lanjut dia, sebagai solusi tanggap darurat BPBD sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan Permukiman (DPU-TRPP), untuk memindahkan trase jalan ke titik lebih aman.

"Trase jalannya akan kita pindahankan ke lokasi yang lebih aman. Alhamdulillah masyarakat yang punya tanah di sekitar jalan tersebut, sudah merelakan tanahnya untuk dijadikan jalan baru," tuturnya.

Ditambahkan, dampak terputusnya jalan desa penghubung ke pusat desa dan kecamatan tersebut, ratusan warga di empat kampung di desa tersebut terisolir.

"Longsor terjadi karena di bawah jalan desa ada saluran irigasi. Karena intensitas hujan tinggi, tanah di bawah jalan tersebut tergerus dan longsor.

 

Baca : Pemulihan Irigasi dan Jembatan Darurat Dibangun di Lokasi Longsor

 

Kepala Desa Margalaksana Kecamatan Salawu Asep Ma'mun Rahmat mengatakan, akibat longsor itu akses jalan yang menghubungkan empat kampung di Dusun Margasari yakni Badama, Pasir Tengah, Cilampeneng dan Bantar Limus, terputus sepanjang 30 meter, dengan kedalaman 25 meter dan panjang longsoran 100 meter.

"Ya warga di empat kampung terisolir, karena tidak bisa melalui akses jalan desa yang terputus. Ada jalur alternatif, namun hanya jalan setapak, tidak motor atau mobil," kata Asep. *

 

Baca : Jembatan di Kabupaten Tasikmalaya Putus, Dewan Dorong Polisi Turun Tangan


Berita Terkait