Workshop Seni di Kota Tasikmalaya, Menjaga Eksistensi Pelaku Seni Di Tengah Pandemi

Jum'at, 10 Juli 2020 07:30 Eris Kuswara Daerah

Workshop Seni di Kota Tasikmalaya, Menjaga Eksistensi Pelaku Seni Di Tengah Pandemi

 

Koropak.co.id - Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT) akan melaksanakan kegiatan workshop seni 2020 yang akan digelar di Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya, pada hari ini pukul 13.00 WIB, Jumat (9/7/2020).

Dengan mengusung tema "Eksistensi Pelaku Seni Di Tengah Pandemi", kegiatan tersebut bakal menghadirkan pelaku seni ternama asal Kota Tasikmalaya, Nazarudin Azhar dan Edi Purnawardi.

Dikonfirmasi Koropak melalui sambungan telepon, Ketua Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT), Bode Riswandi mengatakan, workshop seni yang akan dilaksanakan pada Jumat itu adalah sebagai upaya membangun kesadaran bagi para pelaku seni terutama Dewan kesenian Kota Tasikmalaya, yang mempunyai tugas dalam memberikan input dan informasi khususnya kepada para pelaku seni di Kota Tasikmalaya.

Karena pada kenyataannya terang Bode, ketika pandemi Covid-19 terjadi, banyak sekali para pelaku seni yang kemudian secara kekaryaan dan pendapatannya hampir 99 persen terhenti akibat tidak bisa pentas dan lainnya.

"Sebenarnya pandemi ini seharusnya bukan akhir dari kreativitas para pelaku seni dalam berkreasi dan berkarya," kata Bode, Kamis (9/7/2020).

Tinggal bagaimana para pelaku seni ini lanjut Bode, mampu memanfaatkan peluang pada saat situasi seperti ini dengan mencari cara dan inovasi baru seperti memanfaatkan perkembangan dunia teknologi.

"Falsafah Sunda mengatakan 'miindung ka waktu mibapa ka jaman'. Jadi zaman itu akan terus berkembang, sehingga manusia pun harus bisa memantapkan dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan hari ini," ujarnya.

Menurut dia, ketika banyak para pelaku seni yang tidak mencoba dalam dunia teknologi, maka secara otomatis keberkaryaannya akan berhenti dan pendapatannya pun berkurang.

"Saat ini, banyak contoh para pelaku seni yang kemudian aktif di aplikasi online seperti Zoom, dengan mengadakan lomba puisi, seminar dan pentas seni melalui aplikasi tersebut. Itu tentunya menjadi cara yang efektif yang bisa dilakukan apabila suatu saat kembali dilanda pandemi seperti sekarang," ucapnya.

Bode menuturkan, yang menjadi kendala bagi pelaku seni saat ini adalah, mengenai cara bagaimana memanfaatkan teknologi. Karena tidak sedikit yang masih awam atau bahkan sama sekal tidak bisa.

 

(Di masa pandemi Covid-19, geliat budaya di Kota Tasikmalaya tak boleh redup)Koropak.co.id - Workshop Seni di Kota Tasikmalaya, Menjaga Eksistensi Pelaku(Dewan kesenian Kota Tasikmalaya akan gelar workshop seni budaya)

 

Maka dengan workshop seni ini, dinilai akan memberikan satu rangsangan bagi para pelaku seni, bahwa perkembangan teknologi hari ini bisa menjadi bagian dari perkembangan berkesenian mereka tanpa mengurangi rangsangan idealisme, kemeriahan dan kualitas.

"Saat ini, tidak dapat dimungkiri bahwa semua orang sudah dekat dengan gadgetnya dan menjadi suatu kebutuhan. Tidak ada salahnya jika akses ini kita manfaatkan dalam proses kekaryaan. Memang hal ini tidak bisa dilakukan secara instan, semuanya butuh proses dan bertahap," ujarnya.

Ditambahkan, seminar atau workshop seni itu juga merupakan upaya agar ke depannya para pelaku seni di Tasikmalaya khususnya, setidaknya memiliki kesiapan dan antisipasi upaya yang harus dilakukan.

"Kami berharap dari pertemuan nanti, bisa membuahkan hasil dan menjadi pengalaman serta pembelajaran bagi para pelaku seni. Pandemi hari ini, banyak memberikan pembelajaran dan hikmah bagi kita semua. Kita diajarkan mengenai bagaimana cara hidup sehat dan yang terpenting adalah, kita harus bisa lebih dekat lagi dengan perkembangan teknologi," katanya.*

 

(Seniman Kota Tasikmalaya Harap Memanfaatkan Teknologi Daring Untuk Mentas)


Berita Terkait