Mengobati UMKM dari Krisis Covid-19, 5 Skema Telah Disiapkan Pemerintah

Sabtu, 11 Juli 2020 17:04 Eris Kuswara Daerah

Mengobati UMKM dari Krisis Covid-19, 5 Skema Telah Disiapkan Pemerintah

 

Koropak.co.id - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) menggelar kegiatan kunjungan kerja ke Kota Tasikmalaya dan disambut langsung oleh Walikota Tasikmalaya, Drs H Budi Budiman di BaleKota Tasikmalaya, Jumat (10/7/2020). Setelah melaksanakan salat Jumat di Balekota Tasikmalaya, rombongan kemudian melakukan kunjungan ke Hotel Horison Tasikmalaya untuk membuka secara resmi kegiatan Pelatihan UKM.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan, Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (KUMKM) merupakan salah satu sektor yang paling terpukul akibat adanya pandemi Covid-19. Diketahui, sektor tersebut merupakan yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Indonesia yakni hingga 97 persen dan memberikan kontribusi untuk Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional hingga 60 persen.

"Oleh karena itu, salah satu hal yang menjadi fokus pemerintah saat ini dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) adalah memulihkan sektor UMKM. Tercatat, dari total anggaran penanganan Covid-19 yang akan ditingkatkan menjadi Rp 695,2 triliun, sebesar Rp 123,46 triliun dipakai sebagai dukungan untuk UMKM," kata Teten.

 

Mengobati UMKM dari Krisis Covid-19, 5 Skema Telah Disiapkan

 

(Pemerintah dan pelaku usaha harus bersinergi dalam memajukan UMKM)

 

Ditambahkan Teten, selain itu, pemerintah mengumpulkan para pelaku KUMKM melalui pelatihan ini adalah sebagai upaya untuk menggerakkan kembali roda perekonomian, percepatan pemulihan ekonomi pada tatanan kehidupan budaya baru atau New Normal serta percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Karena diketahui juga bahwa UMKM ini adalah bagian terbesar dari masyarakat dengan komposisinya mencapai 99 persen. Bahkan, berdasarkan data yang berhasil dihimpun Call Center Kementerian Koperasi dan UKM, terdapat 236.980 UMKM yang terdampak. Namun, untuk permasalahan utama yang saat ini harus dihadapi adalah penjualan dan permintaan menurun, permodalan dan distribusi terhambat, serta sulit didapatkannya bahan baku," ucapnya.

 

(Raperda pengembangan UMKM komitmen penguatan ekonomi kerakyatan)

 

Teten menuturkan, tercatat, saat ini pedagang eceran juga merupakan sektor yang paling terdampak terbesar kedua yakni hingga 25,33 persen. Sehingga, untuk melindungi dan memulihkan kembali UMKM di tengah Pandemi Covid-19, maka Pemerintah telah membuat lima skema mulai dari pemberian bantuan sosial hingga perluasan modal kerja baru.

"Sebagai upaya melindungi dan memulihkan kembali UMKM, Pemerintah pun membuat 5 skema yang mencakup pemberian bansos untuk UMKM kategori miskin dan rentan terdampak Covid-19, insentif pajak, restrukturisasi dan relaksasi kredit, perluasan modal kerja baru dan lainnya. Selain itu, untuk membantu sektor KUMKM agar bisa segera bangkit, kami juga telah menyiapkan sejumlah stimulus agar dapat membantu mereka dari sisi supply and demand," ujarnya.

Dikatakan Teten, KUMKM sendiri memiliki masalah cashflow, maka Pemerintah pun memberikan bantuan kepada mereka dalam bentuk insentif pajak, serta program relaksasi dan restrukturisasi kredit selama enam bulan. Pemerintah juga turut mempermudah UMKM yang membutuhkan dalam segi pembiayaan baru.*

 

(Restrukturisasi keringanan kredit untuk UMKM terdampak corona)


Berita Terkait