Berharap Kaum Milenial di Kota Tasikmalaya Bisa Jadi Petani Profesional

Sabtu, 11 Juli 2020 20:22 Eris Kuswara Daerah

Berharap Kaum Milenial di Kota Tasikmalaya Bisa Jadi Petani Profesional

 

 

Koropak.co.id - Generasi muda atau kaum milenial harus bisa memupuk minatnya dalam bidang pertanian, karena sektor pertanian sendiri bisa menjadi peluang wirausaha menjanjikan. Hal tersebut dikarenakan, dari 10 komoditas yang ada. setiap tahunnya Kota Tasikmalaya masih kekurangan dan masih mendatangkan dari luar daerah.

Demikian disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi Partai Gerindra, H Murjani, SE., MM saat dikonfirmasi Koropak, Sabtu (11/7/2020).

"Artinya demand lebih tinggi dibandingkan supply. Jika sektor pertanian ini digarap oleh kalangan muda yang akrab dengan dunia digital, mungkin saja nanti hasil garapannya tersebut bisa dipadukan dengan pendekatan digital," kata Murjani setelah mengikuti pertemuan dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang dilaksanakan di Talagasari Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya, Kamis (9/7/2020) lalu.

 

Baca : KNPI Award Kota Tasikmalaya Raih Predikat Kota Mileneal

 

Ditambahkan Murjani, pihaknya juga menyakini bahwa generasi muda bisa sukses dalam mengembangkan pertanian. Mungkin saat ini, banyak yang beranggapan bahwa bertani itu identik dengan menggarap persawahan yang kotor dan berair. Namun tidak hanya itu saja, bertani juga bisa dilakukan dengan menanam sayur organik menggunakan sistem hidroponik.

"Dengan sistem hidroponik tersebut, membuat kita tidak perlu kotor-kotoran, bahkan dalam satu bulan sudah bis memanen hasilnya. Tentunya ini menjadi salah satu peluang market yang menjanjkan, karena selama ini juga Kota Tasikmalaya sebesar 90 persen sayuran dipasok dari Kabupaten Garut," ucapnya.

 

Baca : Di Garut Pemerintah Akan Dorong Lahirnya Petani Milenial

 

Murjani menuturkan, oleh karena itu, saat ini pihaknya bersama kaum milenia sedang mengembangkan sistem hidroponik yang hanya tinggal menunggu 3 minggu lagi untuk memanen hasilnya. Nantinya, hasil panen tersebut bisa dijadikan percontohan dalam mengambil ceruk pasar atau niche market yang saat ini sangat menjanjikan sebagai program yang dibuatnya dan menjadi konsep Mitra Usaha Binaannya.

"Dengan adanya program ini, nantinya semua pasar modern di Kota Tasikmalaya diprioritaskan menjual produk lokal Sayur organik sistem hidroponik ini, termasuk hotel, restaurant dan kafe (Horeka). Sebagai lebih memperkenalkan sistem ini, dalam waktu dekat saya juga akan berdiskusi dengan Persatuan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI), jadi pada intinya Horeka bisa jadi marketnya," ujarnya.

 

Koropak.co.id - Berharap Kaum Milenial di Kota Tasikmalaya Bisa Jadi Petani Profesional

 

Baca : Murjani Agen Perubahan di Era Digitalisasi Kaum Milenial Mesti Melek Koperasi

 

Dikatakan Murjani, perlu diketahui juga bahwa pertanian merupakan sektor paling menjanjikan dalam pengembangan ekonomi. Hal tersebut dikarenakan, sektor ini paling mampu bertahan di masa sulit, termasuk pada saat pandemi Covid-19 seperti saat ini dan juga krisis yang terjadi pada tahun 1998 yang lalu. Akan tetapi sayangnya, selama ini garapan sektor tersebut masih didominasi oleh orangtua.

"Dengan demikian, saya berharap agar Gapoktan bisa mengajak kaum milenial untuk terjun sebagai regenerasinya yang membuktikan bahwa sektor pertanian sangat potensial untuk dikembangkan di segala kondisi. Termasuk juga dengan kondisi saat ini di era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dan menyongsong berjalannya program Smart City Kota Tasikmalaya," katanya.

 

Baca : Petani Milenial Harus Manfaatkan Teknologi Terkini

 

Selain itu, tutur Murjani, yang menjadi permasalahan Gapoktan saat ini adalah masih banyaknya lahan yang hanya bisa digunakan 1 kali panen, karena irigasi atau pengairannya yang tidak lancar dan hanya mengandalkan musim hujan saja. Contohnya seperti lahan yang ada di Karsamenak, Talagasari, Cicariang dan Tanjung.

"Kedepannya kita akan membahas lagi hasil olahan yang saat ini masih ada kesulitan dalam penjualannya. Jadi, kita harus memberikan edukasi mengenai bagaimana membuat penawaran yang luar biasa atau model marketingnya. Contohnya seperti produk olahan usaha mikro Dendeng Daun Singkong serta jamur, nantinya kita akan selaraskan dengan Perda Usaha Mikro yang sebentar lagi akan diterbitkan," tuturnya.*

 

Baca : Yuk, Jajal Dendeng Daun Singkong Dijamin Ketagihan