DBD Nyaris 1.000 Kasus, Jadi Sorotan DPRD Kota Tasikmalaya

Senin, 13 Juli 2020 22:44 Eris Kuswara Parlemen

DBD Nyaris 1.000 Kasus, Jadi Sorotan DPRD Kota Tasikmalaya

 

Koropak.co.id - Jumlah kasus DBD di Kota Tasikmalaya yang hampir menyentuh angka 1.000 orang dengan jumlah kematian mencapai 17 kasus pada tahun 2020, menjadi sorotan tajam Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya.

Dewan mendorong pemerintah melakukan langkah antisipatif sejak dini untuk menghadapi musim DBD tahun depan, dengan alasan bahwa DBD merupakan penyakit tahunan. Sehingga dibutuhkan kesiapan semua pihak terutana edukasi masyarakat untuk bersama-sama dan bergotong royong memberantas pertumbuhan nyamuk.

"Bagaimana program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), menjadi budaya di masyarakat. Maka sejak dini harus disiapkan strateginya," kata Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, Dede Muhammad Muharram, seusai memimpin Rapat Kerja bersama Dinas Kesehatan dan RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya yang digelar secara tertutup di Ruang Rapat I DPRD Kota Tasikmalaya, Senin (13/7/2020).

 

Koropak.co.id - DBD Nyaris 1.000 Kasus, Jadi Sorotan DPRD Kota Tasikmalaya

 

 

Baca : Ditengah Pandemi Covid-19, Kasus DBD di Kota Tasikmalaya Terus Meningkat

 

Selain soal DBD lanjut Dede, pihaknya juga membahas soal pandemi Covid-19. "Secara keseluruhan penanganan Covid-19 di Kota Tasikmalaya sudah bisa tertangani. Kemudian dari sisi anggaran juga sudah terserap secara baik untuk beberapa kegiatan penanganan wabah virus Corona, mulai dari pembelian Alat Pelindung Diri (APD) dan hal-hal lain yang dibutuhkan," tuturnya.

Ditambahkan, sekitar 10 ruangan isolasi di RSUD dr Soekardjo sudah selesai dibangun dan persediaan APD masih mencukupi untuk 2 bulan ke depan. "Kami bersyukur untuk sarana dan prasarana penanganan Covid-19 sudah terbilang cukup. Dan kami juga bersyukur, dimana saat ini sudah tidak ada lagi pasien positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.*

 

Baca : Warga Kota Tasikmalaya Diimbau Optimalkan 3M Plus,DBD Tembus 955 Kasus, 19 Meninggal