Aliansi BEM Tasikmalaya Gelar Aksi, Tagih Janji DPRD dan Pemkot Tasikmalaya

Kamis, 16 Juli 2020 15:26 Eris Kuswara Parlemen

Aliansi BEM Tasikmalaya Gelar Aksi, Tagih Janji DPRD dan Pemkot Tasikmalaya

 

Koropak.co.id - Presiden Mahasiswa STIA Kota Tasikmalaya, Naufal Muhammad Rahim mengatakan, Aliansi BEM Tasikmalaya menuntut agar Pemerintah Daerah dan DPRD Kota Tasikmalaya benar-benar tegas menolak RUU Omnibus Law. Aliansi BEM Tasikmalaya juga akan terus menagih janji Pemerintah dan DPRD Kota Tasikmalaya terkait kejelasan penolakannya.

"Pada beberapa bulan terakhir, dalam aksi Mayday kami melayangkan surat audiensi ke DPRD dan surat penolakan RUU Omnibus Law ke Pemerintah Kota Tasikmalaya. Namun dari pihak pemkot maupun DPRD sampai saat ini tidak jelas dan tidak memberikan bukti kongkrit bahwa Kota Tasikmalaya menolak RUU Omnibus Law," kata Naufal, sekaligus koordinatir aksi, Rabu (16/7/2020).

Hal senada dituturkan Koordinator Pusat Aliansi BEM Tasikmalaya, Fajar Riza Fitria. Pada intinya Aliansi BEM Tasikmalaya datang ke DPRD Kota Tasikmalaya untuk melakukan penolakan RUU Omnibus Law. Selain itu, pihaknya menuntut agar Pemerintah Kota Tasikmalaya bisa menyatakan sikap tegas penolakan terhadap RUU Omnibus Law atau RUU tentang Tenaga Kerja.

"Kami sebenarnya telah memberikan dan melayangkan nota penolakan pada 17 Maret 2020 lalu, berikut dengan press rilis tuntutan kepada Pemerintah. Namun sayangnya, sampai saat ini belum sampai ke telinga kami bahwa Pemerintah Kota Tasikmalaya telah melayangkan surat penolakan kepada pemerintah pusat," tutur Fajar.

Dalam nota kesepakatan antara Aliansi BEM Tasikmalaya dengan pihak Pemerintah dan DPRD Kota Tasikmalaya, disebutkan bahwa Pemerintah dan DPRD Kota Tasikmalaya menyatakan sikap untuk menolak RUU Omnibus Law dan memprioritaskan hak-hak dan kesejahteraan masyarakat terutama kaum pekerja yaitu buruh.

 

Baca : Walikota Tasikmalaya Akan Buat Surat Penolakan RUU Omnibus Law

 

 

Aliansi BEM Tasikmalaya Gelar Aksi, Tagih Janji DPRD dan Pemkot Tasikmalaya (2)

 

Lihat : Rampas Hak Buruh, RUU Omnibus Law Cipta Kerja Diprotes

 

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H Agus Wahyudin mengatakan, pada prinsipnya DPRD Kota Tasikmalaya sangat terbuka dan siap menampung aspirasi masyarakat, terlebih ini mengenai kebijakan nasional.

"Dalam RUU tersebut, ada pasal yang bertolakbelakang dengan keinginan rakyat dan mahasiswa. Sebenarnya kemarin kami sudah menyampaikan hal ini ke pusat dan sekarang akan kami sampaikan kembali mengenai penolakan RUU tersebut. Namun kami berharap, Undang-Undang ini bisa diterima masyarakat setelah direvisi dengan baik dalam rangka mengejar target Indonesia agar tidak lagi menjadi negara midle-income tetapi menjadi negara maju sesuai dengan cita-citanya," kata Agus.*

 

Baca : Tolak Omnibus Law, Baku Hantam dengan Polisi, Mahasiswa Tasikmalaya Terluka


Berita Terkait