Dewan Sepakat KBM Tahun Ajaran 2020/2021 Dilakukan Secara Daring

Jum'at, 17 Juli 2020 23:09 Eris Kuswara Parlemen

Dewan Sepakat KBM Tahun Ajaran 2020/2021 Dilakukan Secara Daring

 

Koropak.co.id - Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya menggelar Rapat Kerja bersama dengan pihak Pendidikan Nasional dan Kementerian Agama Kota Tasikmalaya, di Ruang Rapat I DPRD Kota Tasikmalaya, terkait Proses Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Awal Tahun Ajaran 2020/2021, Kamis (16/7/2020).

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, Gilman Mawardi mengatakan, dalam rapat kerja kemarin, Komisi IV DPRD bersama dengan Diknas dan Kemenag Kota Tasikmalaya membahas berbagai permasalahan terkait PKBM tahun ajaran 2020/2021, salah satunya mengenai ketentuan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

"Kami semua sepakat untuk KBM tahun ajaran 2020/2021 ini, mengacu dan menjalankan perintah Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri tentang sekolah. Hal itu dilakukan demi kebaikan bersama meskipun ada keinginan lain dari pihak sekolah dan sebagian orangtua termasuk murid, untuk bisa melaksanakan KBM secara tatap muka," kata Gilman.

 

Koropak.co.id - Dewan Sepakat KBM Tahun Ajaran 20202021 Dilakukan Secara Daring

 

Baca : Tahun Ajaran Baru Dimulai, Pembelajaran di Kota Tasikmalaya Dilakukan Secara Daring

 

Ditambahkan, alasan kenapa KBM dikehendaki secara tatap muka? Gilman menyebutkan, mereka melihat bahwa tempat umum dan berbagai sarana bermain sudah dibuka. Selain itu, mereka juga menilai bahwa kegiatan belajar di rumah, sangat tidak efektif, maka wajar jika mereka rindu suasana sekolah.

"Dalam situasi seperti saat ini dimana wabah Covid-19 belum selesai, Kami sepakat untuk tidak melakukan KBM secara tatap muka karena kami tidak ingin mengambil risiko. Di samping itu juga, hingga saat ini Kemenag maupun Diknas pun masih menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar Di Rumah (BDR)," ucapnya.

Menurutnya, jika KBM tetap akan dilaksanakan dengan tatap muka, maka selain melanggar SKB Empat Menteri. Selain itu, sekolah juga harus menyiapkan protokol kesehatan yang belum tentu semua sekolah sanggup untuk menyiapkan infrastruktur penunjang protokol kesehatan.*

 

Baca : Tidak Ada Jaringan Internet, Guru di Kabupaten Tasikmalaya Ajar Siswa Secara Luring