Mahasiswa Kota Tasikmalaya Geruduk Gedung Dewan Dan Gelar Sidang Rakyat

Sabtu, 18 Juli 2020 00:11 Eris Kuswara Parlemen

Mahasiswa Kota Tasikmalaya Geruduk Gedung Dewan Dan Gelar Sidang Rakyat


Koropak.co.id - Momen Peringati Hari Keadilan Internasional, dimanfaatkan ratusan mahasiswa gabungan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menggeruduk gedung DPRD Kota Tasikmalaya dan menggelar Sidang Rakyat yang dilaksanakan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Tasikmalaya, Jumat (17/7/2020).

Dengan mengusung tema "Musuh yang Paling Besar adalah Kebenaran yang Disembunyikan", ketua masing-masing organisasi mahasiswa tersebut, memimpin sidang rakyat dan para anggota DPRD Kota Tasikmalaya menjadi peserta.

 

Lihat : Berpotensi Bangkitkan Komunis Indonesia, Ormas Islam Tolak RUU HIP

 

Ketua Umum HMI Cabang Tasikmalaya, Yoga Ahmad Fauzi mengatakan, tujuan aksi kali ini adalah mengangkat isu nasional seperti RUU HIP dan menuntut penolakan RUU Omnibus Law.

Kemudian lanjut dia, untuk mempertanyakan program-program Pemerintah Kota Tasikmalaya yang diduga cacat administrasi dan kemunculan berbagai isu lokal di Kota Tasikmalaya, seperti galian C, anak jalanan serta gepeng dan lainnya.

"Kami melihat, hingga saat ini kebijakan dari Pemerintah Kota Tasikmalaya belum sepenuhnya berpihak banyak terhadap keinginan rakyat kecil. Dalam situasi pandemi Covid-19 ini memang semua mengalami kegelisahan, karena hak sipil terampas dan terjarah dalam aktivitasnya," kata Yoga.

 

Koropak.co.id - Mahasiswa Kota Tasikmalaya Geruduk Gedung Dewan Dan Gelar Sidang Rakyat

 

Lihat : DPRD: Penyaluran Bansos Covid-19 di Kota Tasikmalaya Harus Melibatkan RT RW

 

Ditambahkan, seharusnya tujuan filosofis terbentuknya sebuah negara itu menjadi landasan mendasar bagi pemerintah agar bisa benar-benar mengayomi dan memperhatikan masyarakat miskin. Meskipun hari ini sudah ada upaya yang dilakukan pemerintah seperti memberikan bantuan sosial, namun nyatanya tidak sepenuhnya bantuan itu tepat sasaran kepada yang berhak menerimanya.

"Oleh karena itu, kami melakukan penetrasi ini agar jangan sampai ada elit yang memanfaatkan kesempatan, seakan berselancar diatas Covid-19," ujarnya.

 

Lihat : Wacana Pembentukan Pansus Covid-19 Bergulir di DPRD Kota Tasikmalaya

 

Menanggapi gerakan gabungan mahasiswa, Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H Agus Wahyudin menegaskan, terkait isu lokal, DPRD sudah membahas menyampaikan ke pemerintah daerah saat Rapat paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Tasikmalaya beberapa waktu lalu.

"Isu-isu inilah yang selama ini menjadi sorotan kami, karena meskipun semua isu tersebut sudah ada Perda-nya, namun eksekusi Perdanya masih lemah," kata Agus.*

 

Lihat : DPRD Sampaikan Lima Rekomendasi Untuk Pemkot Tasikmalaya