Kejari Kabupaten Tasikmalaya Selamatkan Rp 3,6 Miliar Dari Kasus Tipikor  

Kamis, 23 Juli 2020 00:08 D. Farhan Kamil Daerah

Kejari Kabupaten Tasikmalaya Selamatkan Rp 3,6 Miliar Dari Kasus Tipikor   

 

 

Koropak.co.id - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Tasikmalaya Sri Tatmala Wahanani SH mengatakan, momen Hari Bhakti Adiyaksa ke-60 yang jatuh pada hari Rabu (22/7/2020) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tasikmalaya terus bergerak dan berkarya meningkatkan kinerja meskipun di tengah pandemi Covid-19.

Menurutnya, dari hasil evaluasi kinerja kejaksaan selama periode Januari hingga Juli 2020, telah banyak capaian dan inovasi yang dilaksanakan di masing-masing bidang di Kejari Kabupaten Tasikmalaya.

"Untuk penanganan perkara pidana umum (Pidum) sejak Januari-Juli 2020 kejaksaan sudah menangani 130 perkara hukum. Kejaksaan juga berinovasi dengan menyelenggarakan persidangan secara virtual untuk 85 perkara. Hal ini untuk menyiasati masa pandemi Covid-19," kata Sri, Rabu (27/7/2020).

 

(Kejaksaan gembleng insan RSUD SMC Tasikmalaya soal korupsi)

 

Selanjutnya, dalam penanganan perkara pidana khusus (Pidsus), ada satu perkara tindak pidana korupsi (tipikor) yang sudah dalam tahap persidangan. Perkara tersebut dilimpahkan pada 12 Juli lalu dan sidang pertama telah dilaksanakan di Pengadilan Tipikor Bandung.

Menurut Sri, dari kasus korupsi yang terjadi di Kabupaten Tasikmalaya itu, pihaknya berhasil menyelamatkan keuangan negara. Di awali dari tahap penyidikan, jumlah kerugian negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp 170.500.000.

"Kemudian pada tingkat penuntutan, sebesar Rp 2.826.000.000. Dan tahap eksekusi baik dari uang pengganti dan barang bukti yang dirampas untuk negara termasuk denda dan biaya perkara yang telah diselamatkan kejaksaan, secara keseluruhan mencapai total angka Rp 3.616.269.267," ungkap dia.

 

(Kejari Tasikmalaya kembalikan uang negara hasil korupsi dana desa dan dana bos)

 

Sementara itu, dalam bidang perdata dan tata usaha negara (Datun), terang dia, kejaksaan pun telah menerima surat kuasa khusus (SKK) dari Bank BJB Cabang Singaparna, PT PLN dan PDAM Tirta Sukapura yang telah dilaksanakan dan berhasil menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp 595.526.771.

Gebrakan lain juga lanjut Sri, selama masa pandemi Covid-19 ini, inovasi diterapkan dalam proses penyerahan tersangka dan barang bukti yang dilakukan secara online untuk mengurangi risiko kontak fisik dalam rangka penerapan social distancing dan physical distancing.

"Kami juga kerjasama dengan PT Pos Indonesia dalam bentuk pembayaran denda tilang dan pengembalian barang bukti tilang melalui petugas di kantor Pos. Jadi masyarakat tidak perlu datang ke kejaksaan karena mereka bisa membayar denda tilang di kantor Pos terdekat dimana para pelanggar tilang itu berada," kata Sri.*

 

(Selama pandemi Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya terungkap kasus kejahatan)


Berita Terkait