PKL Mainan Keluhkan Pemkot Tasikmalaya Lebih Memperhatikan PKL Baju

Kamis, 23 Juli 2020 12:28 Adin Wardini Parlemen

PKL Mainan Keluhkan Pemkot Tasikmalaya Lebih Memperhatikan PKL Baju

 

Koropak.co.id - Pedagang Kaki Lima (PKL) mainan Kota Tasikmalaya mendatangi DPRD Kota Tasikmalaya dan menggelar audiensi bersama Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, di Ruang Badan Musyawarah (Banmus) , Rabu (22/7/2020).

Ketua PKL mainan Kota Tasikmalaya, Hendra Rosidin mengatakan, kedatangan para PKL mainan ini, untuk mempertanyakan dasar kebijakan Pemerintah Kota Tasikmalaya yang lebih memperhatikan pedagang baju atau pakaian.

"Pemerintah seharusnya bijak. Jangan sampai ada kesan tebang pilih, karena penanganan untuk kami, sebagai pedagang mainan, dirasa sangat berbeda dengan penanganan terhadap pedagang baju. Kami meminta pemerintah, memperhatikan dan memfasilitasi kami," kata Hendra.

Pedagang mainan juga lanjut Hendra, ingin kembali bisa beraktifitas di Batu Andesit dengan batas waktu mulai dari pukul 17.00 hingga 22.00 WIB.

 

Koropak.co.id - PKL Mainan Keluhkan Pemkot Tasikmalaya Lebih Memperhatikan PKL Baju

 

(Nanang Nurjamil: Penataan PKL Cihideung Kota Tasikmalaya Semrawut)

 

Sementara Itu, Sekretaris Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, H. Murjani, SE., MM mengatakan, pihaknya memiliki pandangan bahwa para PKL mainan yang ada disekitar batu andesit atau taman kota, tetap harus diatur dengan regulasi yang tepat. Pasalnya, mereka juga selama ini menjadi penyumbang PAD.

Pemerintah menurut dia, tidak perlu melihat nilai retribusinya yang kecil, tetapi harus melihat juga dampak kebangkitan ekonomi yang mereka hasilkan. Pemerintah juga harus kembali ke niat awal pembuatan batu andesit tersebut.

"Jika hanya untuk dilalui kendaraan, mengapa batu andesit tersebut dibangun tetapi melarang para PKL berdagang disana. Kami menilai pemerintah tidak konsisten dengan tujuan awal pembangunan batu andesit tersebut," ujarnya.

Ditambahkan, pihaknya mendukung niat dari para PKL mainan yang ada di areal aatu andesit untuk dapat beraktivitas kembali. Namun, saat ini memang harus diberikan pengaturan yang jelas.

"Apabila memang kawasan itu difungsikan menjadi daya tarik khusus sebagai lintasan masjid agung dan alun-alun bagi masyarakat, maka sebaiknya jangan dilalui kendaraan," tegasnya.

Sebagai upaya untuk memfasilitasi aspirasi para PKL tersebut ucap dia, DPRD kota Tasikmalaya akan mengkaji ulang dan berkoordinasi dengan dinas terkait mengenai penataan bagi para PKL.*

 

(Keluhkan Nasibnya, PKL Taman Kota Datangi DPRD Kota Tasikmalaya)