Warga Kota Tasikmalaya Diimbau Optimalkan 3M Plus, DBD Tembus 955 Kasus, 19 Meninggal

Sabtu, 25 Juli 2020 22:17 Eris Kuswara Daerah

Warga Kota Tasikmalaya Diimbau Optimalkan 3M Plus, DBD Tembus 955 Kasus, 19 Meninggal

 

Koropak.co.id - Berdasarkan data terbaru dari Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya hingga Sabtu (25/7/2020) kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya terus mengalami penambahan. Tercatat, kasus DBD di Kota Tasikmalaya saat ini menembus angka 955 kasus. Dimana 19 orang meninggal dunia akibat DBD dan 13 diantaranya merupakan anak-anak yang berusia di Bawah Lima Tahun (Balita).

Selain itu, diketahui pada Rabu (22/7/2020) seorang balita di Kecamatan Mangkubumi meninggal dunia. Sehari setelahnya, yakni pada Kamis (23/7/2020) DBD kembali merenggut nyawa seorang Balita berusia 2 tahun, warga Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya. Dengan tingginya kasus DBD di Kota Tasikmalaya ini, membuat ruang ICU anak di RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya penuh.

 

(Dinkes Kota Tasikmalaya lakukan penguatan tatalaksana penanganan DBD)

 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr Uus Supangat mengatakan, kasus DBD di Kota Tasikmalaya memang kembali mengalami penambahan. Saat ini, untuk jumlah total kasus DBD di Kota Tasikmalaya sudah mencapai 955 kasus dan dari 19 orang yang meninggal dunia, 13 diantaranya masih berusia anak-anak.

“Hingga saat ini, kasus DBD di Kota Tasikmalaya terus menunjukan kenaikan yang cukup signifikan. Sehingga, kami mengimbau agar semua masyarakat harus waspada pada pergantian musim kali ini,” kata Uus, Sabtu (25/7/2020).

 

Koropak.co.id - Warga Kota Tasikmalaya Diimbau Optimalkan 3M Plus, DBD Tembus 955 Kasus, 19 Meninggal

 

(Korban DBD melonjak, penanganan di Kota Tasikmalaya harus masif)


Ditambahkan Uus, saat ini, kesadaran masyarakat dinilainya masih kurang. Begitu juga dengan kepeduliannya terhadap lingkungan sekitarnya. Sehingga membuat kondisi kasus DBD saat ini semakin buruk dan banyak korban yang berjatuhan.

"Selama ini, petugas kesehatan maupun pihak puskesmas masih terus berupaya menyosialisasikan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Selain itu, pemberantasan juga tentunya bisa dilakukan secara mandiri mulai dari Menguras, Menutup dan Mengubur (3M). Karena diketahui, tempat tersebut juga berpotensi bisa menjadi sarang nyamuk," ucapnya.*

 

(Di Kecamatan Kawalu serangan nyamuk DBD tertinggi di Kota Tasikmalaya)


Berita Terkait