Panduan Pelaksanaan Salat Iduladha dan Pemotongan Hewan Kurban di Kota Tasikmalaya

Minggu, 26 Juli 2020 10:27 Eris Kuswara Daerah

Panduan Pelaksanaan Salat Iduladha dan Pemotongan Hewan Kurban di Kota Tasikmalaya

 


Koropak.co.id - Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya, KH Aminudin Bustomi M.Ag mengatakan, pelaksanaan Salat Iduladha 1441 Hijriah di tengah-tengah Pandemi Covid-19, akan merujuk kepada ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.

Yaitu, Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang penetapan bencana non alam penyebaran Covid-19, Peraturan Walikota Tasikmalaya Nomor 24 Tahun 2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan pada tempat dan fasilitas umum dalam masa pandemi Covid-19 di Kota Tasikmalaya.

Kemudian surat edaran Menteri Agama Nomor SE 18 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Tahun 1441 Hijriah menuju masyarakat produktif dan aman dari Covid-19.

 

Baca : Pasukan Hijau Sterilisasi Masjid Agung Kota Tasikmalaya

 

Berdasarkan ketentuan tersebut, kegiatan salat Iduladha, tetap dilaksanakan dengan memerhatikan protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran Covid-19.

"Kami akan menyosialisasikan kepada masyarakat yang akan melaksanakan Salat Id, untuk membawa alat salat sendiri, menggunakan masker, menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci menggunakan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, menjaga jarak fisik atau physical distancing, tidak melakukan kontak secara fisik seperti bersalaman dan lainnya," tutur Amin.

 

Baca : Inilah Tradisi Unik di Indonesia Saat Hari Raya Iduladha

 

Pihakya juga akan menyosialisasikan agar masjid yang akan digunakan sebagai tempat penyelenggaraan salat Id, dipastikan dalam kondisi bersih dan dilakukan penyemprotan dengan menggunakan cairan desinfektan.

"Di samping itu pula harus disiapkan petugas khusus untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan, membatasi pintu keluar atau masuk, menyediakan fasilitas cuci tangan dan air mengalir atau hand sanitizer di jalur masuk dan keluar, serta menyediakan alat pengecekan suhu tubuh di jalur masuk," ujarnya.

 

Baca : Inilah Adab Menyembelih Hewan Kurban Iduladha yang Benar

 

Ditambahkan, jika nanti menjelang pelaksanaan salat Iduladha, ditemukan jemaah dengan suhu tubuh lebih dari 37,5 derajat celcius berdasarkan 2 kali pemeriksaan dalam jangka waktu 5 menit, maka jemaah tersebut tidak diperkenankan masuk ke area tempat penyelenggaraan salat Iduladha dalam hal ini Masjid Agung Kota Tasikmalaya.

"Pelaksanaan Salat Iduladha di Masjid Agung Kota Tasikmalaya juga turut menerapkan pembatasan jarak fisik atau physical distancing dengan memberikan tanda khusus minimal 1 meter, mempersingkat pelaksanaan salat Iduladha tanpa mengurangi syarat dan rukun, tidak mewadahi sumbangan jemaah dengan cara menjalankan kotak amal untuk menghindari penularan infeksi Covid-19 dan tidak mengizinkan masuki jemaah yang tidak menggunakan masker," terangnya.

 

Baca : Manfaatkan Momentum Iduladha Dengan Celah Peluang Bisnis Ini

 

Sedangkan untuk pelaksanaan pemotongan hewan kurban sendiri, lanjut dia, direncanakan akan dilaksanakan pada 11 Dzulhijjah atau H+1 Hari Raya Iduladha 1441 Hijriah. Untuk sistem pembagian daging hewan kurbannya sendiri akan menggunakan sistem khusus yang akan dibicarakan kemudian.

"Teknis pembagiannya masih dibicarakan. Saat ini sudah ada 5 hewan kurban sapi yakni dari Walikota, Wakil Walikota Tasikmalaya, PT BPRS Al-Madinah Kota Tasikmalaya, dan dua ekor sapi lainnya dari ibu-ibu Majelis Taklim Masjid Agung Kota Tasikmalaya," katanya.*

 

Baca : Dua Masjid Agung Panti Jompo dan Pondok Pesantren Dibidik Polisi/ TNI