Ternyata Banyak Kendala, Efektivitas Pembelajaran Jarak Jauh Hanya 30 Persen

Kamis, 30 Juli 2020 09:57 Eris Kuswara Parlemen

Ternyata Banyak Kendala, Efektivitas Pembelajaran Jarak Jauh Hanya 30 Persen

 

Koropak.co.id - Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, Gilman Mawardi, S.Pd mengatakan, DPRD Kota Tasikmalaya mengapresiasi kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang peninjauan kembali kebijakan belajar di rumah pada zona biru Kota Tasikmalaya, yang diprakarsai oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Kota Tasikmalaya.

"Zonasi Covid-19 akan dilihat per kecamatan dan tidak lagi per Kota/Kabupaten. Jadi, meskipun Kota/Kabupaten tersebut masuk zona kuning atau orange, jika di beberapa kecamatannya zona hijau, maka bisa dilakukan kegiatan belajar mengajar tatap muka di kecamatan yang zona hijau itu,” kata Gilman kepada Koropak seusai FGD DPD PGM Kota Tasikmalaya di Gedung Serbaguna DPRD Kota Tasikmalaya, Selasa (28/7/2020).

 

Baca : Anak Tak Punya HP Untuk PJJ, Orang Tua Siswa Minta Pembelajaran Tatap Muka

 

Kemudian tambah dia, di setiap sekolah harus ada Tim Gugus Tugas yang melakukan pemantauan dan pengawasan.

Ditegaskan, untuk anak-anaknya, orang tua diberikan kebebasan memilih antara bersekolah secara tatap muka atau tetap belajar dirumah dengan catatan orang tua harus ekstra dalam melakukan pemantauan kepada setiap anaknya.

Ia menambahkan, sesuai rencana setelah pembelajaran secara tatap muka dilaksanakan di tingkatan SMA dan SMK, dua minggu setelah itu baru untuk jenjang SMP dan MTs.

"Selanjutnya, dua minggu ke depannya ketika semuanya sudah aman, baru pembelajaran untuk SD dan MI. Demikian selanjutnya untuk jenjang TK dan PAUD," papar dia.

 

Koropak.co.id - Ternyata Banyak Kendala, Efektivitas Pembelajaran Jarak Jauh Hanya 30 Persen

 

Baca : Dewan Sepakat KBM Tahun Ajaran Dilakukan Secara Daring

 

Lebih lanjut Gilman mengatakan, situasi saat ini masih dalam kondisi darurat. Sehingga efektifitas dan ideal pembelajaran dilakukan secara daring, meskipun berdasarkan survei dan realita di masyarakat, tingkat efektivitas hanya sebesar 30 persen.

"Saat ini banyak sekali permasalahan yang terjadi di masyarakat terkait daring, mulai dari orangtua, siswa maupun guru. Terlebih pembelajaran saat ini harus mengacu kepada kurikulum," katanya.

Berbicara masalah target kurikulum kata dia, untuk pembelajaran saat ini akan sulit. Hal ini karena, orangtua yang sehari-hari bersama anaknya belum paham mengenai sistem pembelajaran.

"Di sisi lain, secara kemampuan atau kompetensi orang tua dalam cara mendidik anak itu masih kurang, meskipun memberikan pendidikan itu merupakan kewajiban orang tua," ucapnya.

Untuk guru juga, sekalipun mengajar anak sendiri, namun tetap mengalami kesulitan, hal berbeda ketika pembelajaran dilaksanakan di sekolah.*

 

Baca : Di Kabupaten Tasikmalaya Positif Covid-19 Meroket,  Di Kota Tasikmalaya Malah Zero


Berita Terkait