Hadapi Era Globalisasi, Santri di Pondok Pesantren Menjadi Aset Masa Depan Bangsa

Minggu, 02 Agustus 2020 06:45 Eris Kuswara Parlemen

Hadapi Era Globalisasi, Santri di Pondok Pesantren Menjadi Aset Masa Depan Bangsa

 

Koropak.co.id - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Viman Alfarizi Ramadhan ST., MBA mengatakan, pondok pesantren merupakan sub kultur yang berbeda dengan instansi pendidikan lainnya, yang sudah ada sebelum Indonesia merdeka.

"Kami berharap, pondok pesantren khususnya di Jawa Barat, bisa lebih mandiri baik dari aspek ekonomi, kesejahteraan tenaga pengajar hingga biaya operasional pondok pesantren. Selanjutnya, bagaimana pondok pesantren ini bisa bermanfaat bagi lingkungan sekitar," kata Viman, Sabtu (1/8/2020).

Menurut dia, pontren merupakan lembaga pendidikan yang telah diuji dalam perjalanan bangsa Indonesia. Secara faktual, pondok pesantren juga telah menjadi salah satu motor perubahan bangsa melalui kegiatan pendidikan yang diajarkannya.

 

Baca : Keberadaan Pesantren Harus Terpelihara Demi Kehidupan Bangsa yang Madani

 

Pondok Pesantren memiliki keunggulan yang bukan hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga mengajarkan tentang bagaimana menerapkan kedisiplinan diri dan keterampilan hidup. Apalagi, saat ini telah banyak Pondok Pesantren yang sudah terintregrasi dengan pendidikan PAUD, pendidikan dasar, pendidikan menengah sampai pendidikan tinggi.

Dengan demikian, intergrasi keilmuan agama yang ada di pesantren dengan ilmu umum, menempatkan posisi pesantren menjadi sangat kuat. Selain itu, pendidikan pesantren juga bersifat menyeluruh yang meliputi olah karsa, olah hati dan olah raga, dan lain sebagainya.

 

Baca : H Oleh Soleh dan Ali Rasyid Reses di Kota Santri Serap Aspirasi Pondok Pesantren

 

Berdasarkan data dari Kementrian Agama RI, jumlah santri keseluruhan secara nasional sebanyak 3.759.198 orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Besarnya jumlah santri ini menjadi aset berharga di masa depan. Karena, setelah lulus dari pesantren, para santri memiliki potensi untuk bisa berkontruksi di tengah persaingan global.

Selain itu, alumni pesanten sendiri tidak hanya menjadi profesi pendakwah, ustaz atau ustazah, guru agama, maupun kiai. Output pesantren juga banyak yang berprofesi seperti seorang penulis, peneliti arsitek, ekonom, dokter, dan lainnya.*

 

Lihat : Undang-Undang Pondok Pesantren Kado Terindah Hari Santri Nasional


Berita Terkait