Fakta-Fakta Tentang Hiu Paus yang Terdampar di Pantai Selatan Tasikmalaya

Senin, 03 Agustus 2020 19:30 Dede Hadiyana Daerah

Fakta-Fakta Tentang Hiu Paus yang Terdampar di Pantai Selatan Tasikmalaya

 

Koropak.co.id - Warga pesisir Pantai Batu Cakup Desa Ciheras Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya digegerkan dengan penemuan seekor bangkai ikan berukuran besar yang terdampar di tepi pantai, Senin (3/8/2020) pagi.

Diketahui bahwa ikan besar dalam kondisi tak bernyawa yang ditemukan warga ini, adalah ikan berjenis Hiu paus yang kerap disebut hiu tutul, salah satu hewan laut dilindungi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koropak, Ketua Rukun nelayan Pantai Pamayang, Sana Sofyan, membernarkan adanya penemuan ikan Hiu Tutul tersebut, yang sempat membuat heboh dan menjadi tontonan warga dan nelayan Pantai Cipatujah.

"Kemunculan ikan jenis ini sekitar 5 hingga 10 tahun sekali di perairan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya. Dan kali ini satu ekor terdampar di pantai dengan kondisi sudah mati," ujarnya.

Menurut dia, terdamparnya hewan laut tersebut, diduga akibat adanya perubahan suhu dan arus air di Pantai Cipatujah sehingga mengacaukan radar migrasi ikan Hiu Tutul.

"Kami sudah memberitahukan kepada para nelayan dan warga jika menemukan ikan paus atau hiu di pesisir pantai agar segera di tolong dan dikembalikan ke laut. Namun kali ini karena kondisinya sudah mati dan warga pun tidak sempat melakukan pertolongan," kata Sana.

 

Koropak.co.id - Fakta-Fakta Tentang Hiu Paus yang Terdampar di Pantai Selatan Tasikmalaya

 

Baca : Akibat Gelombang Pasang Para Nelayan Kehilangan Pencaharian

 

Hal senada disampaikan Kepala Desa Padawaras Kecamatan Cipatujah Yayan Siswandi, ikan Hiu Tutul yang terdampar di pesisir Pantai Ciheras Cipatujah, ditemukan dalam kondisi sudah mati.

"Warga dan nelayan bukan tidak ada maksud untuk menyelamatkan ikan ini, namun saat ditemukan kondisinya sudah mati. Di samping itu, ikan tersebut berukuran besar dengan bobot sekitar satu ton. Akhirnya warga berinisiatif untuk memotong-motong ikan malang tersebut dan dibawa pulang untuk dikonsumsi," kata Yayan.*

 

Baca : Nelayan Batu Karas Pangandaran Hilang Setelah Perahunya Diterjang Ombak