Toko dan Kafe di Kota Tasikmalaya yang Tidak Terapkan Protokol Kesehatan Bisa Ditutup

Selasa, 04 Agustus 2020 22:15 Eris Kuswara Daerah

Toko dan Kafe di Kota Tasikmalaya yang Tidak Terapkan Protokol Kesehatan Bisa Ditutup

 

Koropak.co.id - Walikota Tasikmalaya, Drs H Budi Budiman menghadiri kegiatan Rapat Evaluasi Penerapan Protokol Kesehatan atau Implementasi Peraturan Walikota Nomor 29 Tahun 2020 serta Persiapan Penerapan Sanksi Denda Administratif yang dilaksanakan di Aula Balekota Tasikmalaya, Senin (3/8/2020).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Walikota Tasikmalaya, Drs H Muhammad Yusuf, Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, H Ivan Dicksan, Unsur Forkopimda beserta tamu undangan lainnya.

Walikota mengatakan, rapat kali ini membahas evaluasi penerapan sanksi baik bagi instansi maupun perorangan yang melanggar protokol kesehatan.

"Khusus sanksi penggunaan masker, bagi yang melanggar akan dikenakan sanksi mulai dari sanksi teguran, tindakan sosial seperti membersihkan lingkungan Kota Tasikmalaya hingga sanksi administrasi dengan membayar denda sebesar Rp 50 ribu," kata Budi.

Ditambahkan, untuk menertibkan tindakan pelanggaran, maka di setiap jalan atau lokasi akan ditempatkan petugas lapangan yang akan menentukan sanksi apa yang cocok bagi pelanggar tersebut. Karena, tidak semua pelanggar akan mendapatkan sanksi denda administrasi.

 

Toko dan Kafe di Kota Tasikmalaya yang Tidak Terapkan Protokol Kesehatan Bisa Ditutup (2)

 

Baca : Disiplin Pakai Masker, Walikota Tasikmalaya Yakin Masuk Zona Hijau

 

Wakil Walikota Tasikmalaya, Drs H Muhammad Yusuf mengatakan, sanksi untuk intansi seperti di toko, cafe dan berbagai tempat hiburan, diterapkan bagi yang telah membuat pernyataan kepada Tim Gugus Tugas untuk melaksanakan protokol kesehatan.

"Apabila instansi tersebut tidak melaksanakan protokol kesehatan seperti contohnya tidak menggunakan masker dan jaga jarak, maka kami akan langsung melakukan tindakan tegas dengan menutup tempat tersebut," ujar Yusuf.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr Uus Supangat mengatakan, masyarakat juga diimbau untuk jangan terburu-buru dan merasa jika Kota Tasikmalaya telah masuk zona hijau dengan alasan kasus positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya sudah 0 persen.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk jangan terburu-buru dan merasa kalau Kota Tasikmalaya sudah zona hijau. Karena untuk menentukan zona hijau, ada perhitungan lain serta ada masa waktu dan jumlah sample yang cukup," kata Uus.*

 

Baca : Pengenaan Denda Bagi Yang Tidak Bermasker, Tantangan Berat Satpol PP


Berita Terkait