Empat Pemuda Pelaku Curanmor dan Satu Penadah Diringkus Polres Tasikmalaya

Selasa, 04 Agustus 2020 22:42 D. Farhan Kamil Daerah

Empat Pemuda Pelaku Curanmor dan Satu Penadah Diringkus Polres Tasikmalaya

 

Koropak.co.id - Tabir pelaku kasus kejahatan pencurian kendaraan roda dua yang kerap terjadi di wilayah hukum Polres Tasikmalaya, akhirnya terkuak setelah Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya beserta Unit Reskrim Polsek Leuwisari, menangkap dua pemuda pelaku pengeroyokan yang terjadi di Kampung Bendungan Desa dan Kecamatan Padakembang Kabupaten Tasikmalaya.

Aksi pengeroyokan terhadap satu orang korban, dengan luka 25 jahitan di bagian kepala yang terjadi pada akhir Juli 2020 lalu, dipicu karena kecemburuan salah seorang pelaku terhadap korban yang akrab dengan istri pelaku. Akibatnya, kedua pemuda yang berprofesi sebagai buruh harian lepas itu diringkus Polisi.

 

Baca : Dua Maling Spesialis Pelajar Bermotor Digelandang Polisi

 

Dari penangkapan kedua pelaku pengeroyokan tersebut, masing-masing MF (19) warga Padasuka Kecamatan Sukarame Kabupaten Tasikmalaya dan SA (22) warga Sukasirna Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya, Polisi mengungkap fakta lain dimana SA merupakan salah satu anggota komplotan spesialis pencurian kendaraan roda dua/motor (curanmor) yang kerap beraksi di wilayah hukum Polres Tasikmalaya termasuk beberapa tempat di luar daerah bahkan lintas kota/kabupaten.

"Dengan mengantongi keterangan SA, kita bergerak dan menangkap dua orang teman SA pelaku curanmor. Masing-masing DR (17) warga Sukanagara Kecamatan Tanjungjaya dan AS (24) warga Cikunten Kecamatan Singaparna," ungkap Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Siswo De Cuellar Tarigan SIK, Selasa (4/8/2020).

 

Empat Pemuda Pelaku Curanmor dan Satu Penadah Diringkus Polres Tasikmalaya

 

Baca : DPO Curanmor Diringkus Polres Tasikmalaya Tanpa Perlawanan

 

Dari penangkapan para pelaku ini lanjut Siswo, pihaknya berhasil mengamankan 7 unit motor dan alat-alat atau perkakas yang kerap digunakan para pelaku dalam menjalankan aksi kejahatannya. Seperti kunci ring pas 14, obeng, kunci L dan beberapa bungkus serbuk cabai (aida).

Dari keterangan SA terang Siswo, ia berperan mengantar DR ke titik target dan memantau situasi saat DR melakukan aksi kejahatan. SA yang baru keluar penjara pada tahun 2019 ini juga, berperan sebagai penabur atau penyiram serbuk aida ke korban saat memergoki aksi kejahatannya.

"Motor hasil curian kemudian dijual ke AS sebagai penadah berpengalaman yang malang melintang dengan harga Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta per unit," ujarnya.

 

Baca : Modus Baru Curas Taburkan Serbuk Cabai

 

Lebih lanjut Siswo menyebutkan, hasil pendalaman dari kasus tersebut, jajaran Satreskrim kembali menangkap dua pelaku curanmor lainnya yang masih satu komplotan.

"Kelima pelaku ini telah beraksi di 17 TKP berbeda, di antaranya di wilayah Ciamis dan Kota serta Kabupaten Tasikmalaya.Para pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman paling lama 7 tahun penjara," terang dia.

Namun untuk SA, ucap Siswo, dikenakan pasal berlapis yakni Pasal 363 dan Pasal 170 KUHPidana dengan ancaman 5 tahun enam bulan.*

 

Baca : Bebas Asimilasi Pria Asal Kabupaten Tasikmalaya Kembali Ditangkap Polisi


Berita Terkait