Kirim Paket Lewat Kondektur Angkutan Umum, Dikira Handphone Ternyata Narkoba

Kamis, 06 Agustus 2020 23:19 D. Farhan Kamil Daerah

Kirim Paket Lewat Kondektur Angkutan Umum, Dikira Handphone Ternyata Narkoba

 

Koropak.co.id - Satnarkoba Polres Tasikmalaya berhasil mengungkap kasus pengiriman paket sabu 14 gram lewat angkutan umum elf jurusan Leuwipanjang - Cikatomas, Kamis (6/8/2020).

Modus pelaku mengirimkan paket tersebut, dengan dititip ke kondektur elf. Namun sebelumnya, pelaku membungkus barang haram itu dengan plastik putih kemudian dibalut lakban dan tisu dan dimasukan kedalam dus kemasan handphone.

Awal terungkapnya kasus tersebut, ketika kondektur angkutan umum itu merasa curiga terhadap pelaku yang sering mengirimkan paket kemasan handphone namun ringan di tangan. Ia pun berinisiatif membawa ke kantor polisi dan membuka kemasan.

"Satnarkoba Polres Tasikmalaya berhasil mengungkap kasus pengiriman paket sabu lewat angkutan umum elf, setelah ada laporan dari kondektur yang curiga terhadap barang yang sering dititipkan pelaku untuk dikirim ke Cikatomas," kata Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya AKP Ngadiman SH.

Setelah dilakukan penyelidikan, terang Ngadiman, terungkap bahwa paket barang yang dititipkan ke kondektur itu berisikan narkoba jenis sabu seberat 0,40 gram.

"Hasil pendalaman, kita menemukan pelaku yang merupakan warga Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya namun tinggal di Bandung. Ia adalah NUH (30). Kita juga berhasil mengamankan pemesannya yakni AGS alias Opon (26) dari Kecamatan yang sama," ujarnya.

 

Koropak.co.id - Kirim Paket Lewat Kondektur Angkutan Umum, Dikira Handphone Ternyata Narkoba

 

Baca : Satnarkoba Polres Tasikmalaya Bongkar Paket Ribuan Butir Hexymer


Ditambahkan, dari kedua orang tersebut (pengirim dan pemesan), pihaknya mengamankan barang bukti berupa paket sabu seberat 14,84 gram.

"Dari keterangan NUH dan AGS, keduanya telah mengedarkan sabu selain ke Cikatomas juga ke Pancatengah dan Cikalong. Mereka dijerat pasal 112 ayat 1 dan 114 ayat lima, dengan ancaman hukuman penjara minimal empat tahun dan maksimal 12 tahun penjara," tutur Ngadiman.

Sementara dari mulut NUH, ia mengaku sudah tiga kali menitipkan paket sabu lewat angkutan umum, untuk melayani pesanan dari Cikatomas.

"Untuk satu paket sabu seberat 0,40 gram, dijual dengan harga Rp 600-700 ribu," akunya.

Sedangkan AGS mengaku, ia yang merupakan mantan supir kendaraan pribadi di Kota Karawang, nekad membeli sabu tersebut untuk dikonsumsi sendiri. Alias tidak dijual lagi.*

 

Baca : Miris, Peredaran Barang Haram Narkotika Tumbuh di Kota Santri

Baca : Menakar Keseriusan Pemerintah Dalam Memerangi Narkotika


Berita Terkait