Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Dorong KPU Rasionalisasi Penambahan Jumlah Pemilih

Jum'at, 07 Agustus 2020 09:39 D. Farhan Kamil Pilkada

Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Dorong KPU Rasionalisasi Penambahan Jumlah Pemilih

 

Koropak.co.id - Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Ahmad Aziz Firdaus, S.Sos mengatakan, sesuai hasil investigasi, analisis, pengawasan langsung/tidak langsung pada tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) yang dilaksanakan pada tanggal 15 Juli sampai dengan 5 Agustus 2020, pihaknya mencatat bahwa Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 sejumlah 1.366.465.

Kemudian daftar penduduk potensial pemilih pemilihan (DP4) sejumlah 1.376.647 yang kemudian disinkronisasi oleh penyelenggara dengan DPT Pemilu 2019, menjadi A.KWK (pemilih yang harus dicoklit) sejumlah 1.379.954.

"Dari analisa yang dilakukan Bawaslu, bahwa pemilih pada A. KWK tahun 2020 mengalami penambahan sejumlah 13.489 dari DPT terakhir. Untuk data DP4 dengan A.KWK bertambah 3.307 sementara DP4 dengan DPT Pemilu 2019 ada penambahan sejumlah 10.182. Dari angka-angka peningkatan jumlah tersebut tentu harus dirasionalisasi, faktor apa saja yang menjadi penambahnya," tutur Aziz dalam konferensi pers, Kamis (6/8/2020).

Merujuk Pasal 58 ayat (1) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016, lanjut dia, disebutkan bahwa DPT pemilihan umum terakhir digunakan sebagai sumber pemuktahiran data pemilihan dengan mempertimbangkan DP4.

"Artinya, Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) pada saat coklit di lapangan, menggunakan data DPT Pemilu 2019 yang dijadikan sebagai acuan dengan DP4," ucapnya.

Aziz menyebutkan, hasil pengawasan real yang dilakukan oleh pengawas pemilu Se-Kabupaten Tasikmlaya dalam pelaksanaan coklit hingga tanggal 5 Agustus 2020 itu adalah, yang pertama dari pencermatan A-KWK. Jumlah pemilih yang dicoklit sebanyak 708.222. Pemilih tidak terdaftar di A-KWK (pemilih baru) sebanyak 63.790.

Kemudian, pemilih disabilitas 582, pemilih dibawah umur/sudah menikah 44 dan pemilih hilang ingatan 10.

Adapun indikator pemilih tidak masuk syarat (TMS) adalah, pemilih ganda sebanyak 14.426, berada diluar negeri 131, meninggal dunia 29.175, pindah domisili 13.389, TNI 140, Polri 16, tidak ditemukan 605, tidak diketahui 3.387, kurang umur 62, bukan penduduk setempat 4.985, dan pemilih masuk di TPS lain sebanyak 6.386, sehingga total TMS sebanyak 66.185 orang.

 

Baca : Ada Apa Dengan Data Pemilih? Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Perketat Pengawasan

 

Lebih lanjut Aziz menuturkan, indikator perubahan elemen data pemilih di A.KWK KPU antara lain, pemilih salah NIK sebanyak 2.034, formulir A.KWK tidak sesuai dengan E-KTP 9.205 belum e-KTP 7.995, beda nama 1.117, beda KK dan NIK 1.615, NIK dan KK beda dengan E-KTP sebanyak 812. Jumlah keseluruhan sebanyak 22.778 orang.

Lebih lanjut Aziz mengungkapkan, jumlah pemilih yang belum dicoklit sebanyak 418.048, jumlah pemilih yang tidak memenuhi syarat namun masuk ke dalam daftar pemilih sebanyak 66.185 orang.

Kemudian jumlah pemilih yang memenuhi syarat tetapi tidak masuk kedalam daftar pemilih sebanyak 63.790 dan jumlah pemilih belum memiliki E-KTP 7.995, jumlah pemilih yang data dalam Formulir A.KWK-nya bermasalah 14.783, pemilih yang dalam formulir A.KWK berada jauh dari TPS-nya sebanyak 555 orang.

Dari rentetan permasalahan itu lanjut Aziz, Bawaslu mendorong KPU Kabupaten Tasikmalaya melakukan langkah-langkah perbaikan di antaranya, pemilih yang belum masuk dalam daftar pemilih A-KWK sebanyak 63.790 pemilih, untuk dimasukan. Kemdian terhadap pemilih yang berada diluar negeri harus dipastikan masuk dalam daftar pemilih dengan diberikan catatan pada kolom keterangan.

Terhadap pemilih yang belum memiliki E-KTP atau belum melakukan perekaman berpotensi tidak bisa menggunakan hak pilih jika tidak dilakukan perekaman sampai hari pemungutan suara. Dan terkait pemilih yang ditemukan adanya perubahan elemen data, KPU perlu melakukan kordinasi dengan Disdukcapil Kabupaten Tasikmalaya guna validitas data pemilih yang akurat.

"Terhadap pemilih yang tidak memenuhi syarat berdasarkan hasil pengawasan coklit data pemilih, ditemukan sebanyak 66.185 pemilih, perlu dibuktikan dengan data pendukung lengkap," katanya.*

 

Baca : Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Temukan Petugas Coklit Melanggar Aturan