Pandemi Covid-19 Di Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya Belum Berakhir

Jum'at, 07 Agustus 2020 17:28 D. Farhan Kamil Daerah

Pandemi Covid-19 Di Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya Belum Berakhir

 

Koropak.co.id - Menyusul kasus terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil swab PCR pada dua orang tenaga medis Puskesmas Cipatujah serta dua orang tenaga medis salah satu klinik di Cipatujah, kini kabar kasus positif Covid-19 kembali mengguncang dunia medis di Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya.

Saat ini, beredar informasi mengenai dua orang tenaga medis Puskesmas Cipatujah yang terkonfirmasi positif Covid-19 setelah hasil pemeriksaan swab PCR dari Labkesda Jawa Barat gelombang kedua, keluar.

salah seorang tokoh masyarakat Desa dan Kecamatan Cipatujah, Ustaz Dedi Suryadi mengatakan, ia sangat bersyukur jika hasil swab PCR Labkesda Provinsi Jawa Barat gelombang kedua dinyatakan bahwa dirinya negatif.

Namun ia prihatin dengan kabar bahwa hasil pemeriksaan swab PCR Labkesda Jabar ini, ada dua orang perawat Puskesmas Cipatujah warga Desa Bantarkalong dan Desa Sindangkerta, dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

"Ya saya mendengar kabar itu, mudah-mudahan tidak benar. Yang jelas saya secara pribadi yang bersentuhan dengan almarhum pak Iing yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, merasa lega sekali dan bersyukur setelah mendapat hasil pemeriksaan swab dari Labkesda dengan hasil negatif," tutur Dedi.

Yang ingin dipertegas saat ini lanjut dia, adalah lemahnya pengendalian penduduk yang sudah di-swab dan saat ini belum keluar hasilnya, namun mereka bebas berkeliaran dan berinteraksi dengan warga lainnya.

 

Baca : Penambahan positif Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya dari empat kecamatan berbeda

 

Bahkan hari ini terang dia, warga Kampung Cipatujah kembali khawatir dengan kemunculan hasil swab PCR Labkesda Provinsi Jawa Barat gelombang ketiga, dimana dua orang dan salah satunya warga RT 05 RW 02, mulai mengisolasi diri bahkan berpisah rumah dengan istrinya, setelah dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Sebagian tetangganyapun mulai menjauhi rumah dimana orang tersebut mengisolasi.

"Saya khawatir di Cipatujah ini terjadi ledakan positif Covid-19, jika ratusan warga yang diswab tahap kedua, dibiarkan berinteraksi dengan lingkungan luar tanpa pengawasan dan pengendalian. Dan yang paling penting adalah bagaimana kebijakan pemerintah ketika mereka yang sudah dinyatakan positif kemudian diimbau untuk menjalankan isolasi mandiri, mereka terjamin kehidupannya. Itu yang harus dipikirkan karena selama saya menjalankan isolasi mandiri selama kurang lebih 17 hari, betapa kesulitan saya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga," tuturnya.

Ditambahkan, Desa Cipatujah dengan dua kedusunan di lima mata penjuru angin, sudah dikepung dengan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sekalipun tidak ada gejala. "Saya bagian dari masyarakat Cipatujah meminta agar pihak terkait segera mengendalikan pergerakan penduduk yang sudah diswab PCR namun belum keluar hasil swab-nya, untuk bersama-sama mengisolasi diri. Dan saya berharap ada lagi tes swab massal untuk di Desa Cipatujah khususnya," ujar Dedi. Sembari menyebutkan jika dirinya sudah meliburkan segala aktifitas dakwah/pengajian bersama warga dan anak-anak di madrasah.

Sayang, saat dicoba mengkonfirmasi melalui saluran telepon terkait kebenaran kasus baru positif Covid-19 tersebut , juru bicara Tim GTP2 Covid-19, dr. Heru Suharto sekaligus Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya, enggan menjawab.

 

Baca : Sebaran 17 Nama Warga Positif Covid-19 Mengguncang Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya

 

Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Cipatujah Tarman menyebutkan, jika dirinya tidak berwenang untuk menyampaikan informasi terkait perkembangan terakhir kasus positif Covid-19 yang menyangkut dua orang tenaga medis.

"Itu Gugus Tugas Kabupaten Tasikmalaya yang bisa menjelaskan. Yang jelas kedua perawat tersebut sudah aman dalam artian sudah menjalankan isolasi mandiri," kata Tarman.

Kasi Kemedikan RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya, dr Adi Widodo mengatakan, untuk dua orang staf/tenaga medis Puskesmas Cipatujah yang berstatus suami istri dan telah menjalani isolasi serta perawatan di RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya, dinyatakan sudah sembuh dan telah kembali ke Cipatujah pada Rabu (5/7/2020) pagi.

"Namun khusus untuk yang perempuan, pihak SMC merujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung karena sedang megandung (hamil)," kata Adi.

Adapun kasus baru positif Covid-19 untuk dua orang tenaga medis Puskesmas Cipatujah, ia menyebutkan bisa saja itu mengacu kepada hasil swab PCR Labkesda Provinsi Jawa Barat, namun kedua orang tersebut tanpa gejala, sehingga tidak diisolasi di RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya.*

 


Berita Terkait