Dampak Covid-19 Merambah Ke Lingkungan Madrasah Diniyah di Kabupaten Tasikmalaya

Sabtu, 08 Agustus 2020 20:59 D. Farhan Kamil Daerah

Dampak Covid-19 Merambah Ke Lingkungan Madrasah Diniyah di Kabupaten Tasikmalaya

 

Koropak.co.id - Pandemi Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya, tidak hanya dirasakan oleh para pelaku usaha atau lembaga-lembaga bisnis lainnya, tetapi juga cukup kental dirasakan oleh lembaga-lembaga pendidikan agama dalam hal ini lembaga pendidikan Diniyah Takmiliyah (DT) atau Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) beserta guru-guru di dalamnya.

Bagaimana tidak, pada tahun 2020 ini, bantuan pemerintah untuk biaya operasional pendidikan (BOP) Diniyah, termasuk bantuan insentif guru diniyah belum juga turun, meskipun masih tersisa harapan ketika BOP Pemkab Tasikmalaya untuk seluruh pesantren Kabupaten Tasikmalaya sudah cair lebih awal.

Meski nilai bantuan itu tidak seberapa, namun di tengah-tengah kesulitan ekonomi masyarakat terdampak pandemi Covid-19 seperti saat ini, bantuan pemerintah setidaknya menjadi suntikan bagi kehidupan MDT.

Demikian hal itu diutarakan Ketua Kelomlok Kerja Diniyah Takmiliyah (KKDT) Kecamatan Bojongasih, Suherman, M.PdI, seusai kegiatan pembinaan guru-guru Madrasah Diniyah di Desa Toblongan Kecamatan Bojongasih Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (8/8/2020).

"Dalam rangka road show pembinaan guru-guru madrasah se-Kecamatan Bojongasih ini, kami mendengar langsung dari para guru diniyah termasuk di Desa Toblongan, terkait BOP dan insentif yang hingga saat ini belum keluar. Mereka mempertanyakan apakah akan ada atau tidak. Walaupun kami menyadari jika kondisi hari ini tidak memungkinkan di tengah-tengah kebutuhan anggaran pemerintah untuk percepatan penanganan Covid-19," tuturnya.

 

Koropak.co.id - Dampak Covid-19 Merambah Ke Lingkungan Madrasah Diniyah di Kabupaten Tasikmalaya

 

Hal senada dikatakan Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Tasikmalaya, H. Suryana. Pihaknya telah menampung seluruh harapan para guru DT melalui KKDT di 39 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya dan telah dikomunikasikan baik dengan pihak pemerintah daerah maupun DPP FKDT melalui DPW FKDT Provinsi Jawa Barat.

"Intinya sama, bahwa apa yang menjadi harapan 1.9013 guru diniyah di 3.428 madrasah diniyah di 39 kecamatan dan 351 desa di Kabupaten Tasikmalaya, juga menjadi harapan FKDT. Dimana bantuan pemerintah untuk keberlangsungan MDT ini cukup dinantikan," ujarnya.

Karena lanjut dia, bantuan untuk insentif para guru madrasah sebesar Rp 218 ribu per tahun atau rata-rata Rp 25 ribu per bulan selama dua tahun dan satu kali BOP sebesar Rp 1 juta per madrasah diniyah pada masa kepemimpinan Bupati H Uu Ruzhanul Ulum, dilanjut kemudian pada tahun 2019 ketika peralihan kepemimpinan kepada H Ade Sugianto berupa bantuan insetif bagi guru-guru diniyah dengan angka yang sama seperti sebelumnya, hal itu menjadi energi luar biasa bagi dunia madrasah diniyah.

Ditambahkan, sejauh ini kehidupan madrasah diniyah termasuk kesejahteraan guru-guru yang selama ini menghibahkan hidupnya demi menancapkan nilai-nilai dasar agama bagi generasi bangsa, hanya mengandalkan iuran atau infak para orang tua murid. "Angka insentif tertinggi untuk guru diniyah itu Rp 150 ribu per bulan. Bersyukur para guru selama ini tetap tegar berjuang demi kehidupan ukhrawi anak-anak didiknya," ucap Suryana.

Disebutkan, FKDT akan terus berupaya menjalin koordinasi dan mengkomunikasikan seluruh aspriasi insan MDT baik ke tingkat pusat, provinsi maupun ke level pemerintah daerah melalui eksekutif atau legislatif. "Setidaknya kami masih ada harapan adanya keberpihakan pemerintah terhadap dunia madrasah diniyah," ucapnya.*


Berita Terkait