Seminar Seni 2020: Mengupas Kota Tasikmalaya Dari Sudut Pandang Jurnalistik dan Sastra

Sabtu, 08 Agustus 2020 23:50 Adin Wardini Daerah

Seminar Seni 2020: Mengupas Kota Tasikmalaya Dari Sudut Pandang Jurnalistik dan Sastra


Koropak.co.id - Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT) menggelar kegiatan seminar 2020 bertemakan "Tasikmalaya Dalam Perspektif Sastra dan Jurnalistik" yang dilaksanakan di Gedung kesenian Kota Tasikmalaya, Sabtu (8/8/2020).

Ketua Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya, Bode Riswandi mengatakan, dalam kegiatan seminar kali ini DKKT mengundang beberapa pegiat seni yang ada di Kota Tasikmalaya serta pembicara yang bekerja dibidang jurnalistik, Bambang Arifianto dan Kyai Matdon yang memiliki sudut pandang sastra dan kebudayaan.

Seluruh peserta pengajar seni dari masing-masing rumpun yang terdata di DKKT juga, ikut hadir dalam kegiatan seminar.

"Kami menghadirkan jurnalis Pikiran Rakyat Bambang Arifianto. Ia menceritakan terkait penerbitan buku barunya tentang Kota Tasikmalaya, sedangkan Kyai Matdon sendiri mengupas Kota Tasikmalaya dari sudut pandang sastra," Kata Bode

Dengan adanya kegiatan seminar ini terang Bode, diharapkan kesenian di Kota Tasikmalaya ke depan semakin bergeliat, dan bisa melahirkan generasi pekerja seni yang ulet, militan dan cemerlang.

"Dengan demikian, kita bisa meneruskan jejak-jejak para pendahulu kita di Kota Tasikmalaya dan juga mampu mengharumkan nama Kota Tasikmalaya melalui karya-karya seni," ujarnya.

 

Baca : Rukmini Affandi Apresiasi Minat Milenial Kota Tasikmalaya Pada Seni Lukis

 

 

Koropak.co.id - Seminar Seni 2020 Mengupas Kota Tasikmalaya Dari Sudut Pandang Jurnalistik dan Sastra

 


Baca : Di Masa Pandemi Covid-19, Geliat Budaya di Kota Tasikmalaya Tak Boleh Redup

 

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya, Drs Endang RS, M.Pd menuturkan, kegiatan seminar ini juga tentunya menjadi suatu hal yang baik untuk memberikan motivasi kepada budayawan dan para seniman di Kota Tasikmalaya.

"Disamping itu panitia juga telah berupaya dengan mendatangkan narasumber dari Bandung, kemudian media juga turut membantu dalam membangkitkan bagaimana literasi yang harus dikombinasikan atau dikomunikasikan dengan karya-karya yang lain," tutur Endang.

Menurutnya, kegiatan sastra itu juga bisa dijadikan sebagai proses bangkitnya literasi di Kota Tasikmalaya khususnya untuk para budayawan dan seniman atau penggiat sastra itu sendiri.*

 

Baca : Workshop Seni di Kota Tasikmalaya, Menjaga Eksistensi Pelaku Seni Di Tengah Pandemi


Berita Terkait