Warkop Tasikmalaya Bawa Persoalan Guru Honorer Ke Dewan

Rabu, 09 September 2020 15:00 Adin Wardini Parlemen

Warkop Tasikmalaya Bawa Persoalan Guru Honorer Ke Dewan


Koropak.co.id - Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya menggelar kegiatan audiensi bersama dengan ratusan guru honorer yang tergabung dalam Warung Diskusi dan Persoalan (Warkop), yang dilaksanakan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Tasikmalaya, Senin (7/9/2020).

Dalam audiensi yang dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, Dede Muhammad Muharam itu, para guru honorer Kota Tasikmalaya mendesak agar Pemerintah Kota Tasikmalaya dapat menyetarakan gaji yang diterima guru honorer yang saat ini dinilai tidak wajar.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, Dede Muhammad Muharam mengatakan, ini merupakan sebuah aspirasi yang luar biasa. Tentunya DPRD Kota Tasikmalaya juga sangat memahami kondisi kebatinan para guru honorer yang telah memberikan kontribusi positif dalam mendidik anak-anak di Kota Tasikmalaya.

"Soal besaran insentif ini memang patut terus diperjuangkan, karena saat ini sangat tidak manusiawi. Nominal gaji guru honorer saat ini hanya berada di kisaran angka Rp 200.000 hingga Rp 300.000 per bulan. Ini sangat tidak layak," kata Dede.

Ditambahkan, Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya akan mendorong Walikota Tasikmalaya agar memiliki perhatian serta kepedulian serius terhadap nasib guru honorer. Karena guru honorer ini memberi kontribusi tidak sedikit untuk mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas, pintar dan berahlak mulia.

"Kalau perhatian pemerintah kepada tenaga pengajar tidak serius, gimana kita akan maju, karena suatu bangsa akan menjadi maju ketika pemerintahnya memiliki perhatian terhadap pendidikan," ucapnya.

 

Koropak.co.id - Warkop Tasikmalaya Bawa Persoalan Guru Honorer Ke Dewan

 

 

Baca : Guru Honorer Kota Tasikmalaya Tuntut Kesetaraan UMK

 

Sementara itu, Ketua Warung Diskusi dan Persoalan Tasikmalaya (Warkop), Ashmansyah Timutiah atau yang akrab disapa Kang Acong menuturkan, sudah sekian lama guru honorer di Kota Tasikmalaya tidak mendapatkan perhatian yang baik dari Pemerintah Kota Tasikmalaya. Bahkan untuk gaji yang diberikan kepada mereka juga dinilai tidak layak

"Kami mempertanyakan mengapa gaji seorang guru yang mendidik anak bangsa ini hanya diberi honor Rp 300.000 per bulan, itu juga kalau dana BOS-nya cair," kata Acong.

Pemerintah Kota Tasikmalaya lanjut dia, wajib memberikan perhatian khusus terkait persoalan guru honorer ini, di samping dapat menyelesaikan persoalan umum di masyarakat secara baik.*

 

Baca : Guru Honorer Ditabok Kebijakan Jokowi

 

 


Berita Terkait