Sejuta Talenta Seni Bode Riswandi, Anugerah Bagi Kota Tasikmalaya

Minggu, 13 September 2020 18:24 Eris Kuswara Daerah

Sejuta Talenta Seni Bode Riswandi, Anugerah Bagi Kota Tasikmalaya

 

Koropak.co.id - Setelah sebelumnya menjabat sebagai Ketua Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT), kini Bode Riswandi kembali mencalonkan diri sebagai Calon Ketua DKKT Periode 2020-2025, dengan nomor urut 4. Pria kelahiran Tasikmalaya, 6 November 1983 ini mengaku siap bersaing dengan keempat calon Ketua DKKT lainnya.

Saat ini, Bode bekerja di Rumah Budaya Beranda 57 dan Teater 28 Unsil. Bakat seninya sudah terasah sejak ia masih duduk di bangku SMP. Karya-karya puisinya terkenal hebat hingga dirinya suskses menyabet gelar juara II lomba tulis puisi se-Jawa Barat IPM pada tahun 2000-an.

Selama berkecimpung di dunia puisi, beberapa puisi karyanya berhasil diterbitkan di berbagai media massa lokal maupun nasional seperti Pikiran Rakyat, Kompas, Majalah Syir’ah, Kabar Priangan, Tabloid MQ, Puitika, Koran Sindo, Lampung Post, Bali Post, Koran Minggu, Majalah Sastra Aksara, Jurnal Sajak, Jurnal Bogor, dan lainnya.

Selain diterbitkan di media massa, di beberapa antologi menghimpun puisi-puisi karya Bode di antaranya, Poligami (SST-2003), Kontemplasi Tiga Wajah (Pualam-2003), Dian Sastro For President #2 (Akademi Kebudayaan Yogyakarta-2003), Jurnal Puisi (Yayasan Puisi, Jakarta 2003), End of Trilogy (Insist Press, Yogyakarta 2005), Temu Penyair Jabar-Bali (2005), dan lainnya.

 

Baca : Bode Riswandi Kesenian Harus Ikuti Perkembangan Zaman

 

Tercatat pada tahun 2008, sebanyak 5 puisi Bode sempat dibahas oleh Ahmad Syubanuddin Alwy di Dewan Kesenian Cirebon (DKC). Dalam dunia antologi puisi, Bode berhasil menciptakan banyak karya tunggal salah satunya seperti Mendaki Kantung Matamu (Ultimus-2010) yang masuk nominasi Khatulistiwa Literary Award pada tahun 2010. Selain itu, puisinya yang bertajuk Dada Tuhan tahun 2013, masuk dalam 5 besar Jabar Award.

Pada Tahun 2016, Bode juga Diundang sebagai pembicara dalam borak buku sekaligus pembaca puisi di Rumah Pena, Kuala Lumpur Malaysia.

 

Baca : Putu Wijaya Apresiasi Kinerja Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya

 

Di samping menulis puisi, Bode juga dikenal sebagai penulis naskah lakon dan Cerpen. Bahkan pada tahun 2005 cerpen hasil karyanya dibukukan dalam antologi pemenang sayembara menulis cerpen nasional, Sang Kecoak (Insist-2005).

Pada tahun 2012 , ia berhasil membuat kumpulan cerita pendek tunggalnya. Salah satunya Istri Tanpa Clurit yang diterbitkan Ultimus. Di tahun yang sama, cerpen bertajuk Penulis Biografi karya Bode ini berhasil masuk dalam sederet finalis Kompetisi Tulis Nusantara, dan diterbitkan Gramedia.

 

Sejuta Talenta Seni Bode Riswandi, Anugerah Bagi Kota Tasikmalaya

 

Baca : Seniman Asal Kota Tasikmalaya Berjaya di Kancah Nasional

 

Naskah-naskah lakon Bode Riswandi juga telah dipentaskan oleh beberapa kelompok teater mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah dan Bali, bersama kelompok Teater 28 Unsil di Tasikmalaya. Ternyata, naskah lakon berjudul Hak Peto menjadi naskah terfavorit dan terbanyak dipentaskan dalam Festival Drama Basa Sunda (FDBS) pada tahun 2014 di Bandung.

Pada tahun 2015, DKKT diundang Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) yang menjadi bagian dalam workshop penulisan naskah teater berbasis riset dengan latar album keluarga.

Kesungguhan Bode dalam dunia sastra, berhasil mengantarkannya pada sederet penghargaan. Pada tahun 2005, Bode berhasil menjadi duta kesenian dalam misi kebudayaan ke Malaysia.

 

Baca : Sebanyak 45 Jawara Puisi Indonesia Unjuk Gigi di Tasikmalaya

 

Kemudian pada Tahun 2010, ia mendapat penghargaan sebagai sastrawan muda dari Pemerintah Kota Tasikmalaya. Di tahun 2012, Bode mendapat penghargaan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI sebagai penggagas Gerakan Tasikmalaya Membaca.

Sementara pada tahun 2014, Bode mendapatkan penghargaan Anugerah Peduli Pendidikan (APP) dari Menteri Pendidikan Republik Indonesia. Dan pada tahun 2019, Antologi puisinya dengan judul Mereka Terus Bergegas, Bode mendapatkan anugerah Hari Puisi Indonesia sebagai 5 buku puisi terpilih.*

 

Baca : Kilas Balik Seni Budaya di Kota Tasikmalaya Sepanjang 2019


Berita Terkait