Protokol Kesehatan yang Wajib Diterapkan di Warung Makan, Restoran dan Sejenisnya

Minggu, 13 September 2020 22:31 Eri S Wardhana Nasional

Protokol Kesehatan yang Wajib Diterapkan di Warung Makan, Restoran dan Sejenisnya


Koropak.co.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi akan kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang terhitung mulai Senin, (14/9/2020). Hal itu dilakukan oleh pemerintah seiring dengan terus bertambahnya jumlah kasus pasien positif Covid-19 di DKI Jakarta dan telah menjadi daerah dengan kasus positif Covid-19 tertinggi di Indonesia.

Dengan diberlakukannya kembali PSBB, tentunya membuat kegiatan publik pun akan banyak dibatasi. Tidak terkecuali restoran dan tempat makan lainnya.

"Rumah makan, tempat kegiatan makanan diperbolehkan beroperasi tapi tidak diperbolehkan menerima pengunjung makan di lokasi," demikian disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam konferensi pers yang disiarkan melalui Facebook Pemprov DKI.

Anies menambahkan, setidaknya juga ada sembilan poin penting yang perlu diperhatikan para pemilik usaha warung makan atau restoran. Bahkan hal itu juga tertuang dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 33 Tahun 2020 Pasal 10.

 

Baca : Jakarta Resmi Berlakukan PSBB, Sejumlah Kegiatan Publik Kembali Dibatasi

 

Berikut Koropak memaparkan 9 poin penting yang perlu diperhatikan para pelaku usaha warung makan atau restoran di Jakarta Selama PSBB berlaku mulai Senin (14/9/2020).

1. Membatasi layanan hanya untuk dibawa pulang secara langsung atau take away, melalui pemesanan secara daring, dan atau dengan fasilitas telepon atau layanan antar.

2. Menjaga jarak antrean berdiri maupun duduk paling sedikit 1 meter antar pelanggan.

3. Menerapkan prinsip higienes sanitasi pangan dalam proses penanganan pangan sesuai ketentuan.

4. Menyediakan alat bantu seperti sarung tangan dan atau penjepit makanan untuk meminimalkan kontak langsung dengan makanan siap saji dalam proses persiapan, pengolahan dan penyajian.

5. Memastikan kecukupan proses pemanasan dalam pengolahan makanan sesuai standar.

6. Melakukan pembersihan area kerja, fasilitas dan peralatan, khususnya yang memiliki permukaan yang bersentuhan langsung dengan makanan.

7. Menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun bagi pelanggan dan pegawai.
8. Melarang bekerja bagi karyawan yang sakit atau menunjukkan suhu tubuh diatas normal, batuk, pilek, diare dan sesak nafas.

9. Mengharuskan bagi penjamah makanan menggunakan sarung tangan, masker kepala dan pakaian kerja sesuai pedoman keselamatan dan kesehatan kerja.*

 

Baca : Aktor Senior Piet Pagau, Paman Raffi Ahmad, Diduga Terpapar Covid-19 di Jalan


Berita Terkait