Kota Tasikmalaya Tidak Terapkan PSBB Meski Kasus Covid-19 Melonjak

Selasa, 15 September 2020 20:57 Eris Kuswara Daerah

Kota Tasikmalaya Tidak Terapkan PSBB Meski Kasus Covid-19 Melonjak

 

Koropak.co.id - Berdasarkan data dari Tim Gugus Tugas dan Dinas Kesehatan hingga Senin (14/9/2020) pandemi Covid-19 yang terjadi di Kota Tasikmalaya mengalami peningkatan kasus. Tercatat, Kasus positif Covid-19 terjadi di minggu kedua bulan September 2020 sebanyak 10 kasus.

Walikota Tasikmalaya, Drs H Budi Budiman mengatakan, penambahan sebanyak 10 kasus positif tersebut diakibatkan pasien tertular setelah melaksanakan perjalanan keluar kota. Pada intinya, pasien tersebut tertular dari keluarganya yang telah melakukan perjalanan ke zona merah.

"Sehingga agar tidak terjadinya lagi penyebaran kasus positif, Pemerintah Kota Tasikmalaya pun melarang masyarakat terutama Aparatur Sipil Negara (ASN) melakukan perjalanan dinas ke daerah dengan zona merah, contohnya seperti ke Jakarta," kata Walikota.

Sementara itu, tercatat pada bulan Agustus 2020 sudah ada 12 kasus positif Covid-19 dalam kurun waktu 1 bulan. Kini, baru 2 minggu berjalan di bulan September 2020, sudah ada peningkatan 10 kasus. Sehingga pandemi Covid-19 di Kota Tasikmalaya saat ini tergolong sedang tinggi.

"Dengan adanya penambahan 10 kasus itu, maka semua pihak termasuk masyarakat harus lebih ekstra hati-hati dan patuh menerapkan protokol kesehatan yang berlaku, karena Covid-19 kali ini menyebar dengan sangat dahsyat ,” ucapnya.

 

Koropak.co.id - Kota Tasikmalaya Tidak Terapkan PSBB Meski Kasus Covid-19 Melonjak

 

Baca : Protokol Kesehatan yang Wajib Diterapkan di Warung Makan, Restoran dan Sejenisnya

 

Walikota menuturkan, terlebih lagi saat ini juga muncul klaster baru yakni dari klaster fasilitas kesehatan (Faskes). Oleh karena itu, untuk risiko penularannya pun terbilang cukup besar. Pemerintah pun saat ini sedang melakukan proses tracing terhadap 200 orang yang kontak erat di faskes RSIA, Puskesmas Cihideung dan klinik dengan melakukan swab tes.

“Untuk tracingnya dari kasus ini memang banyak, mulai dari berapa yang dilayaninya bahkan hingga keluarganya pun kita lacak. Insyaallah tim kami juga sudah siap untuk melakukan penanganan ini. Kuncinya adalah kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan yang harus ditaati," ujarnya.

Dikatakan Walikota, Pemerintah Kota Tasikmalaya sendiri tidak akan menerapkan kembali kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti halnya di Jakarta. Meskipun memang tercatat kemarin ada 1 orang yang terkonfirmasi positif tertular dari luar dan meninggal dunia.

"Jadi, kami akan mengeluarkan kebijakan di internal Pemkot Tasikmalaya dan juga instansi lainnya pun akan mengeluarkan kebijakan untuk membatasi perjalanan dinas ke Jakarta dan zona merah lainnya,” katanya.*

 

Baca : Jakarta Resmi Berlakukan PSBB, Sejumlah Kegiatan Publik Kembali Dibatasi