Meski Prestasi Menembus Langit, Seni Bagi Jabo Adalah Tempat Ritual Hati

Jum'at, 18 September 2020 14:04 Dede Hadiyana Daerah

Meski Prestasi Menembus Langit, Seni Bagi Jabo Adalah Tempat Ritual Hati

 

Koropak.co.id - Mewujudkan insan seni yang penuh perhatian, peka terhadap masalah dengan daya tahan fisik dan mental yang kuat, teguh dalam pendiriannya, serta mampu berkreasi dan berkarya di lingkungan masyarakat, menjadi salah satu visi yang akan terus dijalani dalam setiap langkah pengabdian.

Demikian dikatakan Widianto, salah seorang dari lima calon Ketua Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT) periode 2020-2025, yang akan bersaing dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-1 DKKT bulan Oktober 2020 mendatang.

Widianto yang akrab disapa Wit Jabo ini, pernah mengambil bagian dalam Anugrah Budaya dan Festival Putu Wijaya, sebagai sutradara dalam Pentas Teater bertajuk "Aum", karya sang Maestro Putu Wijaya pada November 2018 lalu.

 

Baca : Aum Teater Dongkrak Tasikmalaya Tampil Memukau

 

Selain itu, dirinya sempat menyutradarai pementasan naskah "Sadrah" karya Nazarudin Azhar, yang dibawakan oleh Teater Dongkrak Tasikmalaya pada Agustus 2020 dan mendapatkan animo serta apresiasi yang luar biasa dari apresiator di pada Agustus 2019 kemarin.

Beberapa tugas yang telah diembannya berhasil dituntaskan tanpa ada catatan merah dalam sejarah perjuangan keseniannya.

Sebagai seorang seniman jelas dia, udah seni adalah keseimbangan, karena hidup bukan tentang kalah dan menang.

Terdapat beberapa catatan karir dari pria lulusan SMA Pasundan 1 Kota Tasikmalaya ini. Ia pernah menjadi Stage Manager Internasional di Lanjong Art Festival, kemudian menjadi sutradara di Kala Juang Indonesia Youth and Sport Festival bersama Kementerian Pemuda dan Olehraga (Kemenpora).

 

Koropak.co.id - Meski Prestasi Menembus Langit, Seni Bagi Jabo Adalah Tempat Ritual Hati

 

Baca : Teater Dongkrak Sukses Pentaskan Naskah Sadrah

 

Tidak sampai disitu, laki-laki kelahiran tahun 1976 ini juga pernah menjadi sutradara pada Gelar Karya Pemuda Kemenpora termasuk pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Pertunjukan di Lemabaga Seni Budaya Muslimin Indoensia (Lesbumi) Kota Tasikmalaya.

Disamping itu, sejumlah prestasi berhasil diraihnya, seperti Sutradara terbaik dalam Festival Drama Basa Sunda, meraih juara 2 Monolog Short Borneo Art Festival Internasional, juara 1 Lomba Baca Puisi Jawa Barat Terbuka, juara 1 Lomba Baca Puisi Jawa Barat Terbuka yang diadakan oleh Sanggar Sastra Tasik, dan juara 1 Lomba Baca Puisi Virtual.

Sebagai putra daerah, Wit Jabo juga adalah aktor sekaligus sutradara bagi dirinya sendiri yang senantiasa pasrah mendahulukan ucapan 'Hamdalah' atas masalah yang datang. Dunia seni baginya adalah tempat ritual hati.*

 

Baca : Jabo: Bangun Kebersamaan dan Saling Percaya Kunci DKKT Lebih Maju


Berita Terkait