Kurang Ampuh Cegah Penyebaran Covid-19, Masker Scuba dan Buff Dilarang

Selasa, 22 September 2020 16:11 Eris Kuswara Nasional

Kurang Ampuh Cegah Penyebaran Covid-19, Masker Scuba dan Buff Dilarang

 

Koropak.co.id - Baru-baru ini Pemerintah tengah meributkan masalah tentang penggunaan masker scuba dan buff karena dinilai kurang aman dalam menangkal penyebaran virus corona.

Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat dari Universitas Indonesia, Syahrizal Syarif pun mengaku heran dengan sikap pemerintah yang baru meributkan mengenai penggunaan masker scuba dan buff. Karena, sejak awal pandemi Covid-19!melanda dunia pun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menganjurkan jenis-jenis masker yang aman digunakan untuk menekan risiko penularan virus.

"Diketahui masker scuba dan buff ini tidak termasuk dalam anjuran WHO. Bahkan sejak awal pandemi, WHO sudah mengimbau agar masyarakat menggunakan masker pabrik, atau masker kain tiga lapis," kata Syahrizal sebagaimana dihimpun Koropak, Selasa (22/9/2020).

 

Baca : Ingat Jangan Merasa Aman dari Ancaman Virus, Hanya Karena Masker Kain

 

Ditambahkan Syahizal, masker kain yang dinilai aman untuk menekan resiko penularan virus adalah masker yang terdiri atas tiga lapisan. Sebab, tiga Lapisan ini sendiri mempunyai tugasnya masing-masing untuk menjaga saluran pernapasan. Tidak seperti masker scuba dan buff yang hanya terdiri atas satu kain saja.

"Lapisan pertama masker yang dianjurkan adalah lapisan anti air. Lapisan keduanya adalah terdiri atas bahan yang bisa menyerap cairan. Sedangkan lapisan ketiga bisa berbahan lembut yang tidak mengganggu penafasan," katanya.

 

Baca : Disiplin Pakai Masker Walikota Tasikmalaya Yakin Masuk Zona Hijau

 

Syahrizal menuturkan, jika masker tidak terdiri atas lapisan kain, dia pun menyarankan agar masyarakat menggunakan masker yang terdiri atas dua lapis kain. Karena, pasalnya dengan masker kain jenis ini, penyematan tisu masih bisa dilakukan dan difungsikan sebagai lapisan penyerap.

"Saya berpendapat seharusnya pemerintah melarang penggunaan kedua masker tersebut sejak awal pandemi Covid-19. Saya heran kenapa pemerintah baru ributnya sekarang," ucapnya* (Indri)

 

Baca : DPRD Kota Tasikmalaya Pertanyakan Miliaran Rupiah Untuk Masker