LP2B Jadi Solusi Selamatkan Lahan Pertanian di Kota Tasikmalaya

Kamis, 24 September 2020 17:14 Eris Kuswara Parlemen

LP2B Jadi Solusi Selamatkan Lahan Pertanian di Kota Tasikmalaya

  

Koropak.co.id - Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya, Drs H Tedi Setiadi mengatakan, untuk menyelamatkan penyusutan lahan pertanian yang terjadi di setiap tahunnya, maka Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang sudah ditetapkan seluas 855 hektare di Kota Tasikmalaya, harus benar-benar dikawal dan dikunci agar tidak terjadi perubahan di kemudian hari.

"Lahan pertanian di Kota Tasikmalaya dari tahun ke tahun terus menurun dan ini permasalahan serius yang harus diselamatkan salah satunya dengan adanya LP2B," kata Tedi seusai mengikuti kegiatan audiensi antara Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian Universitas Negeri Siliwangi di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Tasikmalaya, Rabu (23/9/2020).

Pihaknya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada BEM Fakultas Pertanian Unsil yang bersama-sama turut menyikapi permasalahan lahan pertanian di Kota Tasikmalaya.

Tedi mengatakan, terkait LP2B saat progresnya telah selesai. Namun ketika sudah di-delineasi atau dipetakan dengan luas lahan yang sudah ditentukan, ternyata ada perubahan. Hal itu seiring dengan munculnya kebijakan pemerintah pusat terkait pembangunan jalan tol dan exit tol. Ditambah lagi adanya sempadan-sempadan atau tempat-tempat untuk daerah industri.

"Kita tetap ngotot untuk jumlahnya itu harus 855 hektare dan tidak berubah," tegasnya.

 

Koropak.co.id - LP2B Jadi Solusi Selamatkan Lahan Pertanian di Kota Tasikmalaya

 

Baca : Hari Tani Nasional 2020, di Kota Tasikmalaya Diwarnai AksI Mahasiswa

 

Ditambahkan, kemiskinan di Kota Tasikmalaya ini paling rendah se-Jawa Barat. Dan kami menduga bahwa yang memberikan kontribusi terbesar terhadap kemiskinan di Kota Tasikmalaya itu adalah petani.

"Oleh karena itu kami berupaya, bagaimana caranya agar kita bisa meningkatkan kesejahteraan para petani," ujarnya.

Menurut dia, cara paling tepat untuk mengangkat taraf hidup para petani adalah, optimalisasi sarana dan prasarana yang ada, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan sistem pengelolaan pertaniannya harus disesuaikan dengan perkembangan zaman hingga memfasilitasi para petani baik para petani besar, kecil maupun buruh tani.

"Titik akhirnya bagaimana caranya kita bisa meningkatkan kesejahteraan para petani dengan meningkatkan hasil produksi pertanian, meningkatkan kualitas hasil pertanian dan meningkatkan daya saing hasil pertanian," katanya.*

 

Baca : Agus: Pembangunan Yang Menggunakan Lahan Pertanian Akan Dihentikan


Berita Terkait