Alih Fungsi Lahan Jadi Ancaman Serius Bagi Keberlangsungan Pertanian

Jum'at, 25 September 2020 22:24 Eris Kuswara Parlemen

Alih Fungsi Lahan Jadi Ancaman Serius Bagi Keberlangsungan Pertanian

 

Koropak.co.id - Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, Ing. M. Rijal AR Sutadiredja, M.AB mengatakan, Kota Tasikmalaya merupakan satu dari sekian banyak Kota dan Kabupaten di Indonesia, yang telah memiliki Perda mengenai rencana tata ruang dan wilayah dengan Perda Nomor 10 Tahun 2016.

"Mungkin rekan-rekan mahasiswa sudah membacanya dan di dalam Pasal 46, 47, diketahui bahwa Kota Tasikmalaya ini sudah mencanangkan 1.000 hektare. Namun dikarenakan banyak pengalihan lahan, dalam 4 tahun ini lahan pertanian terus mengalami penurunan," kata Rijal, dalam kegiatan audiensi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian Universitas Negeri Siliwangi (Unsil) Kota Tasikmalaya yang dilaksanakan di ruang rapat paripurna DPRD, Rabu (23/9/2020).

Perda tersebut memiliki tiga tujuan utama yakni petani sejahtera, pedagangnya untung dan masyarakatnya bahagia dikarenakan harganya murah dan terjangkau.

 

Koropak.co.id - Alih Fungsi Lahan Jadi Ancaman Serius Bagi Keberlangsungan Pertanian

 

Baca : Dewan Dorong Pemerintah Untuk Segera Tetapkan LP2B Di Kota Tasikmalaya

 

Menurutnya, tercatat ada 93 persen lahan di Kota Tasikmalaya dengan luas lahan kurang dari 1 hektar. Kemudian data tahun 2017 menyebutkan dari luas lahan 5.800 hektare mengalami penyusutan besaran luas yang signifikan dan terjadi selama kurun waktu 6 tahun terakhir. Tentunya ini menjadi tantangan bagi Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya untuk melakukan pendataan secara riil.

"Kami sarankan agar pihak dinas bisa memanfaatkan kelompok tani untuk melakukan pendataan. Karena kami yakini, bahwa dalam lahan tersebut terdapat lahan pertanian abadi yang sudah dinegosiasikan dengan para pemiliknya," ujar Rijal.*

 

Baca : Agus: Pembangunan Yang Menggunakan Lahan Pertanian Akan Dihentikan


Berita Terkait