Pulang Ke Rumah, Mantan Kades di Tasikmalaya Ditangkap Aparat

Jum'at, 25 September 2020 22:46 D. Farhan Kamil Daerah

Pulang Ke Rumah, Mantan Kades di Tasikmalaya Ditangkap Aparat

 

Koropak.co.id - Setelah delapan tahun buron, mantan Kades tersangkut kasus korupsi penyalahgunaan dana beras miskin (raskin) tahun anggaran 2008, akhirnya ditangkap tim khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tasikmalaya di Desa Kertanegla Kecamatan Bojonggambir, Jumat (25/9/2020).

Keberadaan tersangka yang ditetapkan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak tahun 2013 ini, terdeteksi tim khusus kejaksaan, saat dirinya kembali dari tempat pelarian ke rumahnya di Kecamatan Bojonggambir.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Tasikmalaya Muhammad Syarif SH mengatakan, Kejaksaan telah melakukan penangkapan terhadap tersangka kasus korupsi atas nama Dadang Romansyah pada Jumat (25/9/2020) sekitar pukul 06.00 pagi.

"Dia adalah mantan kepala Desa Kertanegla Kecamatan Bojonggambir, tersangka kasus korupsi penyalahgunaan dana beras miskin (raskin) tahun 2008," kata Syarif.

Tersangka Dadang ini sudah mendapatkan putusan Mahkamah Agung (MA) tahun 2012. Namun saat hendak dieksekusi tersangka melarikan diri, sehingga pada tahun berikutnya, tersangka ditetapkan DPO.

"Selama delapan tahun DPO, tersangka ini berpindah-pindah tempat di beberapa daerah di Indonesia. Baru kemarin kita mendapatkan informasi jika tersangka sudah kembali ke rumahnya di Bojonggambir," terang dia.

 

Koropak.co.id - Pulang Ke Rumah, Mantan Kades di Tasikmalaya Ditangkap Aparat

 

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kabupaten Tasikmalaya, Yayat Hidayat menyebutkan, setelah mendapatkan informasi tersangka pulang, kejaksaan langsung membentuk tim khusus untuk menangkapnya.

"Kita diinstruksikan Pak Kajari untuk membentuk tim penangkapan. Jumat pagi kita tangkap tersangka tanpa perlawanan. Selanjutnya kita bawa ke Lapas Tasikmalaya namun sebelumnya kita lakukan rapid test," ujarnya.

Dari kasus yang dilakukan tersangka, negara mengalami kerugian mencapai Rp 50 juta berdasarkan hasil penyidikan tim penyidik Polres Tasikmalaya.

"Atas perbuatannya, tersangka dipidana penjara selama satu tahun dan denda Rp 50 juta," kata Yayat.*

 

Baca : Kejari Tasikmalaya Kembalikan Uang Negara Hasil Korupsi Dana Desa dan Dana BOS