Film G30S/PKI, Sejarah Kelam Indonesia Sempat Tak Ditayangkan Media

Selasa, 29 September 2020 11:24 Eris Kuswara Nasional

Film G30S/PKI, Sejarah Kelam Indonesia Sempat Tak Ditayangkan Media

 

Koropak.co.id - Bagi kalian yang mengalami masa Orde Baru atau sebelum tahun 1998, tentunya masih ingat dengan film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI atau yang lebih dikenal dengan film G30S/PKI.

Di masa Orde Baru, pada setiap tanggal 30 September, filem ini wajib diputar oleh semua stasiun televisi.

Meskipun tidak masif, akhir-akhir ini film G30S/PKI kembali diputar di beberapa media televisi setelah beberapa tahun ke belakang, tepatnya memasuki orde reformasi, kewajiban menayangkan film G30/SPKI tersebut dihentikan.

Hal tersebut dikarenakan adanya pro dan kontra terkait kebenaran konten dari cerita dalam film tersebut.

Sebagaimana dihimpun Koropak dari beberapa sumber media, Senin (28/9/2020), film ini dibuat untuk mengenang peristiwa kelam penculikan dan pembunuhan 6 jenderal dan satu perwira TNI atau yang lebih dikenal sebagai Pahlawan Revolusi yang terjadi pada 30 September malam atau 1 Oktober dini hari pada tahun 1965.

 

Baca : Dinilai Bangkitkan Komunisme MUI Kota Tasikmalaya Tolak Keras Draf RUU HIP

 

Tepat pada 30 September merupakan peringatan G30S PKI, dimana telah terjadi peristiwa kelam saat beberapa TNI Angkatan Darat yang diculik dan dibunuh oleh suatu kelompok yang dipercayai sebagai pemberontak dari Partai Komunis Indonesia (PKI).

Kejadian penculikan tersebut berhasil mengubah peta politik Indonesia saat kesehatan Soekarno menurun. Kemudian dalam kejadian itu Soeharto muncul dan menjadi tokoh penting serta berhasil memimpin sebagai presiden di Orde Baru selama lebih dari 30 tahun.

 

Koropak.co.id - Film G30S PKI, Sejarah Kelam Indonesia Sempat Tak Ditayangkan Media


Baca : Masyarakat Muslim Kota Tasikmalaya Bersepakat Tolak RUU HIP


Sementara itu, G30S sendiri merupakan gerakan yang memiliki tujuan untuk merobohkan pemerintah Presiden Soekarno dan ingin mengubah Indonesia menjadi negara komunis. Gerakan tersebut dipimpin oleh DN Aidit yang pada saat itu merupakan ketua dari Partai Komunis Indonesia (PKI).

Tepat 1 Oktober 1965, Letkol Untung yang merupakan anggota dari Pasukan Pengawal Istana (Cakrabirawa) mengincar perwira tinggi TNI Angkatan Darat Indonesia. Tercatat, dalam gerakan G30S PKI tiga orang yang menjadi targetnya langsung dibunuh di kediamannya. Sedangkan tiga orang lainnya diculik dan dibawa menuju Lubang Buaya.

 

Baca : Danrem Ajak Mahasiswa di Garut Tolak Paham Komunis

 

Keenam perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut adalah Letnan Jendral Ahmad Yani, Mayor Jendral Raden Soeprapto, Mayor Jendral Mas Tirtodarmo Haryono, Mayor Jendral Siswindo Parman, Brigadir Jendral Donald Isaac Panjaitan, dan Brigadir Jendral Sutoyo Siswodiharjo.

Sedangkan panglima TNI AH Nasution yang menjadi target utama penculikan, ternyata berhasil kabur. Namun sayang, putrinya Ade Irma Nasution tewas tertembak bersama ajudannya.

Sementara itu, keenam jendral yang tewas dan dimasukkan kedalam Lubang Buaya pun ditetapkan menjadi Pahlawan Revolusi.* (Khairunisa)

 

Lihat : Berpotensi Bangkitkan Komunis Indonesia, Ormas Islam Tolak RUU HIP