Tolak Kedatangan Tim Gugus Tugas Covid-19 Jawa Barat, Wagub Prihatin

Kamis, 01 Oktober 2020 20:29 D. Farhan Kamil Daerah

Tolak Kedatangan Tim Gugus Tugas Covid-19 Jawa Barat, Wagub Prihatin

 

Koropak.co.id - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum menyayangkan sikap penolakan pimpinan dan pengurus salah satu pondok pesantren (Pontren) di wilayah Singaparna Kabupaten Tasikmalaya yang tidak berkenan didatangi tim gugus tugas Covid-19 Provinsi Jawa Barat, Kamis (01/10/2020).

Padahal tim gugus tugas Covid-19 provinsi ini datang untuk memeriksa dan memastikan penyebaran Covid-19 di pesantren tersebut.

"Saya sengaja datang ke Tasikmalaya untuk melihat secara langsung kondisi dua Pontren yang ada di kota dan kabupaten. Karena sesuai informasi yang diterima oleh pak Gubernur, bahwa ada kluster baru penyebaran Covid-19 di kedua Pontren tersebut," kata Uu.

Ia sangat menyayangkan dengan penolakan yang dilakukan pimpinan dan pengurus Pontren. Kedatangannya ingin memeriksa dan memastikan kebenaran informasi yang diterima oleh Gubernur sekaligus untuk memberi bantuan alat alat kesehatan sebagai solusi memutus rantai pandemi Covid-19 di Pontren.

 

Baca : Dua ASN dan Tiga Santri di Kabupaten Tasikmalaya Positif Covid-19

 

Meski tidak berkenan, Uu mengaku sangat memahami dan menghargai serta menghormati sikap pimpinan Pontren. Dan ia mengaku takdzim terhadap pimpinan Pontren tersebut.

"Saya berhusnudzon saja, jika pak kiai memiliki cara dan solusi jitu untuk keluar dari permasalahan Covid-19 tersebut. Saya tidak akan memaksakan karena saya yakin pak kiai punya cara lain," ungkapnya.

Uu berharap kepada pimpinan Pontren di manapun di Jawa Barat, agar tidak sungkan atau bahkan menutup nutupi jika ditemukan di lingkungan pesantrennya, ada gejala Covid-19, untuk berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pimpinan daerah sebagai ketua tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19.

 

Baca : Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya Perketat Ruang Gerak Santri

 

Karena, yang harus menjadi pertimbangan pengurus Pontren itu, tidak sekedar wabah Covid-19 di lingkungan Pontrennya, namun juga lingkungan masyarakat di sekitar Pontren yang tidak terlepas dari interaksi dengan santri.

Di samping itu juga tegas dia, seluruh pontren agar lebih memperketat penerapan protokol kesehatan dan melaksanakan pola hidup bersih dan sehat. Baik untuk tataran pimpiman, dewan guru, pengurus Pontren maupun santri santrinya, termasuk di lingkungan Pontren.*

 

Baca : Puluhan Santri di Kabupaten Tasikmalaya Terkonfirmasi Positif Covid-19


Berita Terkait