Evakuasi 40 Pasien Covid-19, Ambulans Kembali Hilir Mudik di Kota Tasik

Jum'at, 02 Oktober 2020 21:57 Dede Hadiyana Daerah

Evakuasi 40 Pasien Covid-19, Ambulans Kembali Hilir Mudik di Kota Tasik

 

Koropak.co.id - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya kembali melakukan evakuasi 40 pasien terkonfirmasi Covid-19 dari klaster pendidikan, Jumat (2/10/2020).

Sekitar pukul 13.00 WIB, lebih dari sepuluh unit mobil ambulans dari Dinas Kesehatan dan puskesmas Kota Tasikmalaya, dikerahkan untuk menjemput pasien di wilayah Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya ke Rusunawa Unsil.

Dijumpai Koropak di lokasi, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Titie, MMRS mengatakan, yang dilakukan Tim Gugus Tugas ini sesuai dengan petunjuk buku pedoman Covid revisi 5.

"Kita mengisolasi semua pasien yang terkonfirmasi positif PCR, baik itu yang mengalami gejala ringan, sedang hingga berat ataupun yang tanpa gejala. Untuk pasien yang baru saja diisolasi di Rusunawa Universitas Siliwangi berjumlah 40 orang, ini berasal dari klaster pesantren As-Sunnah karena ada seorang yang terkonfirmasi positif sehingga menyebar dengan cepat," ujarnya.

 

Koropak.co.id - Evakuasi 40 Pasien Covid-19, Ambulans Kembali Hilir Mudik di Kota Tasik

 

Baca : Terjadi Lonjakan Dahsyat Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya

 

Dengan penambahan pasien yang diisolasi, jumlah total pasien di Rusunawa ini sebanyak 72 orang. Untuk pasien yang diisolasi pada gelombang pertama, saat ini kondisinya sudah mulai membaik.

"Kami berharap dan berdoa agar kamar di sini tidak penuh dan yang diisolasi tahap pertama bisa segera pulang dalam 1 hingga 2 hari ke depan. Selain itu, semoga saja tidak ditemukan kasus baru, tapi jika memang terjadi kami sudah menyiapkan hotel atau pesantren yang bisa digunakan untuk ruang isolasi mandiri sesuai petunjuk dari Kementerian," katanya.

Ditambahkan Titie, semua pasien yang diisolasi di rusunawa ini dalam kondisi sehat dengan usia 11 sampai 20 tahun, didominasi laki-laki dan kebanyakan pasien tidak mengalami gejala.

Untuk itu, langkah isolasi ini tujuannya adalah untuk menghentikan penyebaran virus tersebut dengan menumbuhkan imun tubuh pasien yang kuat sehingga mampu membunuh virus itu sendiri.

"Jika berbicara penyebaran virus, isolasi ini efektif. Kita juga terus melakukan langkah 3M. Pada intinya isolasi ini dilakukan agar penyebaran virus bisa terkendali," ucapnya.*

 

Baca : Transmisi Lokal Covid-19 Hantui Kota Tasik, Pemerintah Ambil Langkah Tegas 


Berita Terkait