Demonstrasi di Tasikmalaya Ricuh, Jebol dan Coret Gedung Wakil Rakyat

Rabu, 07 Oktober 2020 21:35 Eris Kuswara Parlemen

Demonstrasi di Tasikmalaya Ricuh, Jebol dan Coret Gedung Wakil Rakyat

 

Koropak.co.id - Dua orang anggota Satpol PP Kota Tasikmalaya, mengalami luka-luka, saat berusaha menghadang massa demonstrasi gabungan mahasiswa, organisasi kepemudaan dan masyarakat yang mengecam pengesahan Undang-Undang Ombnibus Law Cipta Kerja, ketika berusaha menerobos pintu gerbang Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Rabu (7/10/2020).

Kedua anggota Satpol PP tersebut adalah, Dini Mulyadi dan Ruly Wildan. Mereka terluka diduga akibat gesekan dengan pintu pagar gerbang yang didorong massa hingga roboh.

Selain membuat pintu pagar roboh dan melukai dua orang anggota Satpol PP, aksi unjuk rasa yang berakhir sekitar pukul 16.00 WIB itu, menyisakan pemandangan tidak elok.

Dinding tembok kantor wakil rakyat tersebut penuh dengan coretan. Aksi vandalisme bertuliskan kecaman dan berbagai kalimat kasar serta jorok, memenuhi dinding gedung. Seperti terlihat di tembok tangga menuju ruang komisi-komisi, dinding tembok menuju ruang pimpinan DPRD hingga ruang tamu.

Bahkan beberapa fasilitas kantor mengalami kerusakan. Seperti pos Satpam, dua meja di ruang tamu DPRD dan sejumlah kaca jendela kantor.

 

Koropak.co.id - Demonstrasi di Tasikmalaya Ricuh, Jebol dan Coret Gedung Wakil Rakyat

 


Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H Aslim SH mengatakan, aksi dalam menyampaikan pendapat demi kepentingan masyarakat merupakan hal yang wajar dan sah-sah saja.

Namun, dalam menyampaikan pendapat itu, sebaiknya dilakukan dengan tertib dan menjaga keamanan serta ketentraman semua pihak.

“Aksinya tidak perlu dengan tindakan anarkis, sehingga substansinya pun bisa tersampaikan dengan baik. Karena kita juga tidak ingin penyampaian aspirasi ke tingkat lebih tinggi dengan cara yang anarkis, sebab nantinya akan merugikan semua,” kata Aslim.

Ditambahkan Aslim, terkait dengan perusakan fasilitas dan coretan vandalisme di Gedung DPRD, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Sebab aparat penegak hukum lebih mengetahui.

“Untuk kerusakan fasilitas publik, kami rasa aparat hukum sudah lebih tahu, ini bukan delik aduan,” ucapnya.

 

Baca : Pedagang Mengais Rezeki di Tengah Aksi Demonstrasi Tolak Omnibus Law

 

Sementara itu, Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Anom Karibianto menuturkan, pihaknya sangat menyayangkan adanya tindakan perusakan fasilitas dan vandalisme yang dilakukan massa aksi di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya.

“Pada intinya kami sangat menyayangkan aksi hari ini yang diwarnai perusakan fasilitas. Kami akan melakukan identifikasi atas kejadian ini, " tegas Anom, sembari menambahkan, yang terpenting semuanya dalam keadaan sehat dan selamat.*

 

Baca : Gegara Omnibus Law, Kekecewaan Pada Wakil Rakyat Pecah di Tasikmalaya